ZATA, Anak Baru yang Berani ‘Kalahkan’ ARTO

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melesat 1,21% atau 84,39 poin ke 7.051,23 pada penutupan perdagangan sesi I, penguatan IHSG mendapat sentimen positif dari Wall Street yang menghijau pasca laporan inflasi yang menjadi masalah sangat serius akhirnya mengalami penurunan tajam.

Read More

Nilai perdagangan tercatat naik ke Rp 8,89 triliun dengan melibatkan lebih dari 19 miliar saham yang berpindah tangan 929 kali..

Sementara, mayoritas saham siang ini terpantau mengalami kenaikan. Statistik perdagangan mencatat ada 314 saham yang naik dan 198 saham yang mengalami penurunan, serta sisanya sebanyak 179 saham stagnan.

Di tengah bergairahnya IHSG siang ini, terdapat 5 saham yang tampil perkasa masuk jajarantop gainersdan 5 saham yang terkena aksi jual signifikan dan menjaditop losers

Berikut lima sahamtop gainerspada perdagangan sesi I siang ini, Jumat (11/11/2022).

1. PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), naik +34,81%, ke Rp 182/unit

2. PT Bank Jago Tbk (ARTO), naik +23,08%, ke Rp 5.600/unit

3. PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), naik +19,83%, ke Rp 290/unit

4. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), naik +9,57%, ke Rp 206/unit

5. PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), naik +9,13%, ke Rp 1.195/unit

Saham Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) berhasil memimpin deretan top gainers pada perdagangan sesi I siang ini dengan nilai transaksi saham mencapai Rp 41,17 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 261,95 juta unit saham.

Pada perdagangan perdana hari ini, harga saham ZATA bergerak di rentang Rp 134-182/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham ZATA mencapai Rp 1,55 triliun.

Saham ZATA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 November,mengawali debutnya di Bursa Efek Indonesia, saham ZATA naik 35% ke level Rp 135. Dalam 2 hari saja, ZATA sudah tercatat naik hingga 69,81%.

ZATA mematok harga penawaran umum saham alias initial public offering (IPO) di level Rp 100. Hingga pukul 09:28 WIB, saham ZATA bertengger di posisi Rp 135 per saham. Nilai ini naik 35% dari harga penawaran umum perdana saham.

Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 1.700.000.000 saham setara dengan 20,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dan dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp 170 miliar. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.

Menurut data dari Fitch Solutions, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga untuk pakaian dan alas kaki hingga tahun 2026 diprediksi akan terus bertumbuh dengan rata-rata pertumbuhan 7,5% setiap tahunnya menjadi Rp 469,3 Triliun atau US$ 34,7 miliar pada tahun 2026.

Selain itu, pemerintah juga terus mendukung Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia, hal inilah yang mendorong Perseroan menangkap peluang menghadirkan brand fesyen muslim, membangun pusat distribusi untuk meningkatkan kapasitas dalam rangka memenuhi kebutuhan market muslim di Indonesia.

Langkah Perseroan untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan yang lebih baik sebagai perusahaan publik.

Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts