Transaksi Sepi, IHSG Masih Akan Naik Turun Seperti Lato-lato

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah 2 hari berakhir di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan kemarin, Rabu (4/1/2022).

IHSG drop 1,1% dan ditutup di 6.813,24 hingga perdagangan berakhir. Pelemahan yang signifikan terjadi di sesi II perdagangan.

Read More

Sebanyak 369 saham mengalami penurunan yang tajam sehingga membuat IHSG ikut terbebani. Di minggu pertama tahun 2023, transaksi di bursa cenderung sepi.

Nilai transaksi perdagangan di BEI kemarin kembali di bawah Rp 10 triliun atau tepatnya Rp 9,7 triliun. Di sisi lain, asing juga melepas kepemilikan sahamnya.

Data perdagangan menunjukkan asing net sell hampir Rp 500 miliar di pasar reguler. Duo saham big bank dengan kapitalisasi pasar terbesar yaitu BBCA dan BBRI menjadi yang paling banyak dilepas asing.

Pelemahan saham BBCA dan BBRI yang mencapai lebih dari 1% pada akhirnya turut membenani pergerakan IHSG.

Investor asing tampak masih wait and see dan cari aman dengan menjual saham tetapi masuk ke obligasi pemerintah.

Dengan tren tersebut yang masih berlangsung hingga awal tahun, lantas bagaimana prospek pergerakan IHSG hari ini?

Analisis Teknikal


Foto: Teknikal
Jakarta

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB akhir kemarin, indeks ditutup di sedikit di bawah batas BB terdekat 6.815.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI turun ke 44,37.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis MA 12 tampak bersiap memotong garis MA 26 dari atas.

Melihat berbagai indikator teknikal tersebut, waspadai IHSG masih berpeluang menguji support terdekat di 6.717 dengan kecenderungan sideways.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Dear Investor, Ada Tuah September Effect, Apa Tuh?

(trp)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts