Top! Baru Q1 2023, Penjualan Batu Bara PTBA Melejit 26%

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan lonjakan penjualan batu bara sebesar 26% menjadi 8,8 juta ton pada kuartal I 2023 dibandingkan periode yang sama pada periode yang sama tahun 2022 (year on year/ yoy).

Read More

Corporate Secretary PTBA Apollonius Andwie C. mengatakan, peningkatan penjualan batu bara perusahaan selama Januari-Maret 2023 ini juga seiring dengan kenaikan produksi batu bara sebesar 7% menjadi 6,8 juta ton dari 6,3 juta ton pada kuartal I 2022.

Apollonius mengatakan, pada kuartal I 2023, perseroan mencatat penjualan ekspor batu bara perusahaan mencapai sebesar 3,6 juta ton atau naik 59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi penjualan untuk kepentingan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) tercatat sebesar 5,2 juta ton atau tumbuh 10% secara tahunan.

Dia menyebut, peningkatan kinerja operasional ini juga berdampak pada pencapaian laba bersih perusahaan selama tiga bulan pertama 2023 ini.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2023, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun. Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 10 triliun. Total aset perusahaan per 31 Maret 2023 sebesar Rp 46,4 triliun.

“Pencapaian laba bersih didukung oleh peningkatan kinerja operasional perseroan sepanjang triwulan I 2023,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/04/2023).

Namun demikian, dia mengaku, pada tahun ini perusahaan juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya adalah koreksi harga batu bara, fluktuasi pasar, hingga kondisi geopolitik. Harga Pokok Penjualan menurutnya juga mengalami kenaikan, di antaranya karena biaya jasa penambangan, bahan bakar, royalti, angkutan kereta
api.

“Karena itu, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri, serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja positif. Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal,” jelasnya.

Pada 2023 ini perseroan menargetkan produksi batu bara menjadi 41 juta ton atau naik 11% dari realisasi tahun 2022 yang sebesar 37,1 juta ton, dengan target angkutan pada 2023 meningkat menjadi 32 juta ton atau naik 11% dari realisasi angkutan tahun 2022 yang sebesar 28,8 juta ton.

Terkait volume penjualan batu bara 2023, perseroan menargetkan peningkatan penjualan menjadi 41,2 juta ton atau naik 30% dari realisasi penjualan batu bara tahun 2022 yang sebesar 31,7 juta ton.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


RMKE-PTBA Kerja Sama Garap 2,5 Juta Ton Batu Bara di 2023

(wia)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts