Terbebas Dari Notasi Khusus, Saham BOSS Melejit 22% Lebih

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten pertambangan batu bara yakni PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) terpantau sudah melesat pada awal perdagangan sesi I Senin (5/12/2022).

Read More

Pada pukul 09:30 WIB, saham BOSS sudah melejit 22,5% menjadi Rp 98/saham. Bahkan, saham BOSS sudah menduduki posisi pertama dalam deretan top gainers.

Salah satu penyebab melesatnya saham BOSS yakni dilepasnya notasi khusus yang disematkan sebelumnya di saham BOSS oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, saham BOSS mendapat dua notasi khusus yakni notasi E, di mana dalam laporan keuangan per semester I-2022, ekuitas BOSS masing negatif. Namun pada kuartal III-2022, ekuitas BOSS mulai menunjukan angka positif.

Selain itu, BOSS juga sempat mendapat notasi X, di mana notasi ini menandakan bahwa BOSS berada dalam pemantauan bursa.

Namun, kedua notasi tersebut pada hari ini resmi dilepas oleh bursa dan saham BOSS pun terbebas dari notasi khusus per hari ini.

Selain itu, kenaikan harga batu bara dunia juga menjadi penopang pergerakan saham BOSS hari ini. Pada perdagangan Jumat pekan lalu harga batu bara kontrak Januari di pasar ICE Newcastle ditutup menguat 2,4% ke posisi US$ 385 per ton. Kenaikan tersebut semakin mendekatkan harga batu bara pada level psikologis US$ 400 per ton.

Harga batu bara melonjak nyaris 7% sepanjang pekan lalu. Kenaikan pekan lalu memperpanjang kinerja positif batu bara. Setelah terseok-seok pada periode akhir Oktober-awal November 2022, harga batu bara menguat selama tiga pekan terakhir.

Dalam sebulan terakhir, harga batu bara melonjak 6,2% sementara dalam setahun masih melesat 149,8%.

Dari orderbook-nya, tercatat sudah ada 1,18 juta lot transaksi saham BOSS pada awal perdagangan sesi I. Adapun secara terperinci, sudah ada 4.514 lot pada order jual atau offer di harga Rp 98/saham. Sedangkan di order beli atau bid, sudah ada 8.208 lot di harga Rp 97/saham.

Adapun offer terbesar berada di harga Rp 105/saham yang mencapai 46.570 lot, sedangkan bid terbesar berada di Rp 88/saham, yang mencapai 89.372 lot.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Sanggahan: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Saham BUMI Menggoda & Melesat 5% Lebih, Ada Apa Nih?

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts