Tarik Menarik Sentimen Masih Hot, Harga Minyak Datar

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia berada di dalam tren mendatar di rentang US$92 hingga US$ 98 per barel karena tarik menarik sentimen antara China dan embargo minyak Rusia.

Read More

Pada perdagangan Senin (14/11/2022) pukul 06.30 WIB harga minyak Brent tercatat US$96,2 per barel, naik 0,22% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) naik 0,3% ke US$89,2 per barel.


Kekhawatiran atas permintaan minyak mentah dari China akibat kasus virus Corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang melonjak.

Perlu diketahui China menerapkan strategi Zero Covid untuk melawan penyebaran virus. Strategi tersebut memungkinkan pemerintah langsung menutup suatu wilayah jika terdapat lonjakan kasus tiba-tiba. Sehingga mobilitas masyarakat akan segera menurun serta prospek ekonomi yang menjadi tidak pasti.

China sendiri adalah konsumen utama minyak mentah dunia. Menurut data BP Statistic pada 2021 konsumsi China mencapai 15,4 juta barel per hari atau 16,4% konsumsi dunia. Sehingga permintaan dari China dapat mempengaruhi gerak minyak mentah dunia.

Di sisi lain minyak bertahan karena potensi pasokan energi global yang ketat. Embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia akan dimulai pada 5 Desember akan sekain membuat pasokan dunia ketat.

Produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pun jatuh untuk Oktober. Ini merupakan pertama kalinya sejak Juni.

TIM RISET CNBC INDONESIA


Artikel Selanjutnya


Harga Minyak Naik 1%, Gara-gara Amerika

(ras/ras)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts