Tak Punya Usaha Lagi, Emiten Ini Mau Minggat dari Bursa


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten yang semula bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis, administrasi dan manajemen, PT Onix Capital Tbk. (OCAP), berencana untuk menghapus pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjadi perusahaan tertutup atau go private. Sebab, perusahaan mengaku sudah tidak lagi memiliki kegiatan usaha dan sejauh ini belum memiliki rencana baru.

Lebih lanjut, saham OCAP termasuk saham tidak aktif diperdagangkan di BEI karena disuspensi sejak tahun 2020 dan telah mencapai batas waktu masa suspensi selama 36 bulan pada tanggal 1 September 2023. Perusahaan pun mengaku belum dapat memulihkan keadaan dan karenanya berniat untuk go private.

“Sehubungan dengan hal ini, Pemegang Saham akan memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan saham dengan harga di atas rata-rata,” ujar Corporate Secretary OCAP Mauritius Ray dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (15/1/2024).

Mengenai rencana ini, OCAP akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan Senin (24/1/2024).

Perusahaan memperkirakan akan melakukan pembelian kembali atas seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham masyarakat yang berjumlah 32.784.000 atau sebanyak 12%. Harga pembelian kembali saham sebesar Rp200 per saham, lantas OCAP akan menggelontorkan sebanyak-banyakya Rp6,56 miliar.

OCAP menyampaikan bahwa kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar Rp2,07 miliar per 31 Desember 2022. Untuk menutup kekurangan biaya dalam membeli kembali saham itu, perusahaan berniat menggunakan dana yang berasal dari pinjaman sebanyak-banyaknya sebesar Rp6,56 miliar.

Adapun, saham OCAP bertengger di posisi 159 per saham sejak disuspensi.

Pemegang saham pengendali OCAP adalah UOB Kay Hian Ltd. yang berbasis di Hong Kong dengan kepemilikan saham sebanyak 122.948.000 (45,003%). Kemudian Djajusman Suryowijono tercatat menggenggam 95.625.000 saham (35,002%), Hardjanto Adiwana selaku Komisaris Utama OCAP menggenggam sebanyak 21.843.000 saham (7,995%).

Untuk diketahui, OCAP mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada 10 November 2003. Harga penawaran IPO itu adalah Rp200 per saham.

Setahun sebelum disuspensi, OCAP mencapai tingkat harga tertingginya sepanjang sejarah, yakni di posisi 2.100 per saham pada 1 Maret 2019.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Investor Asing Kompak Nyangkut di 2 Emiten Potensi Delisting

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts