Secercah Harapan di Tengah Geger Bursa Kripto FTX

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto cenderung menguat terbatas pada perdagangan Rabu (16/11/2022). Investor merespon positif dari rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dari sisi produsen.

Read More

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB, Bitcoin menguat 0,91% ke posisi harga US$ 16.883,25/koin atau setara dengan Rp 262.534.538/koin (asumsi kurs Rp 15.550/US$). Sedangkan untuk Ethereum naik 0,24% ke posisi US$ 1.261,57/koin atau Rp 19.617.414/koin.

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.









Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%) Perubahan 7 Hari (%) Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC) 16.883,25 262.534.538 0,91% -8,27% 324,30
Ethereum (ETH) 1.261,57 19.617.414 0,24% -4,87% 154,38
BNB 278,33 4.328.032 -0,96% -15,04% 44,53
XRP 0,3837 5.967 3,16% -2,70% 19,27
Cardano (ADA) 0,3423 5.323 2,47% -7,15% 11,78
Dogecoin (DOGE) 0,08734 1.358 0,41% 0,36% 11,59
Polygon (MATIC) 0,9437 14.675 0,39% -6,28% 8,24

Sumber: CoinMarketCap

Pasar kripto melanjutkan penguatannya hari ini, setelah beberapa hari sebelumnya sempat terkoreksi akibat kekhawatiran investor akan kejatuhan bursa kripto FTX.

Namun, krisis FTX sepertinya kembali memakan korban, di mana perusahaan pemberi pinjaman kripto yakni BlockFi juga sedang mempersiapkan pengajuan kebangkrutan potensial karena “eksposur yang signifikan” terhadap FTX. Hal ini diungkap oleh Wall Street Journal.

Padahal beberapa bulan lalu, FTX mengklaim ingin menyelamatkan BlockFi. Langkah ini menjadi yang kedua kalinya setelah perusahaan lainnya yang juga dibantu oleh FTX, yakni Voyager Digital telah lebih dahulu dinyatakan bangkrut beberapa bulan lalu.

Analis kripto dari Oanda, Edward Moya mencatat dengan hati-hati bahwa kemungkinan kebangkrutan BlockFi menjadi ujian besar berikutnya di pasar kripto.

Namun, BlockFi membantah desas-desus bahwa sebagian besar asetnya disimpan di FTX, tetapi mengakui bahwa selain memiliki simpanan di platform, ia juga memiliki jalur kredit yang belum ditarik dari FTX dan kewajiban di FTX.

“Efek domino dari kejatuhan FTX berikutnya adalah BlockFi,” tulis Moya, dikutip dari CoinDesk.

“Krisis FTX secara luas diperkirakan akan berdampak pada BlockFi meskipun penyangkalan mereka baru-baru ini bahwa sebagian besar aset mereka disimpan di pertukaran crypto FTX yang runtuh,” tambah Moya.

Meski krisis FTX masih menjadi perhatian investor di kripto hingga saat ini, tetapi mereka cenderung melupakan sejenak sentimen dari FTX. Mereka mengalihkan perhatiannya ke inflasi AS.

Inflasi di tingkat produsen (Indeks Harga Produsen/IHP) di AS naik 0,2% secara bulanan (month-to-month/mtm) untuk periode Oktober, lebih landai dari perkiraan konsensus yang semula mengharapkan kenaikan 0,4%.

Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy), IHP Negeri Paman Sam pada bulan lalu melandai sedikit menjadi 8%, dari sebelumnya pada September lalu sebesar 8,4%.

Laporan tersebut menjadi data penunjang krusial setelah indeks harga konsumen (IHK) pekan lalu menunjukkan tanda-tanda tekanan inflasi mulai mereda pada bulan lalu, yang berkontribusi pada reli tajam pasar ekuitas AS pada pekan lalu.

Narasi inflasi puncak terlihat mendapatkan daya tarik di antara para investor di pasar, tetapi batasan untuk angkanya masih tinggi bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk dapat berbalik arah secara cepat.

Selain kondisi makro yang mulai membaik di AS, aset berisiko juga mendapat dorongan dari jabat tangan antara Presiden China, Xi Jinping dengan Presiden AS, Joe Biden.

Hal ini karena pasar merespons positif pertemuan kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia tersebut dengan harapan hubungan yang lebih stabil antara AS dan China setelah kepulangan dari KTT G20 di Bali, Indonesia.

Biden dan Xi berusaha untuk menghentikan hubungan bilateral yang kian suram antara Washington dan Beijing, menginstruksikan para pejabat untuk melanjutkan pembicaraan yang macet tentang prioritas global utama.

Meski demikian, kedua negara tersebut juga ikut mengakui adanya sederet ketidaksepakatan mendalam yang dapat mengganggu upaya tersebut.

Biden muncul dari pertemuan tersebut dengan memproyeksikan optimisme namun tetap berhati-hati, dengan China juga mengirimkan sinyal kesediaan baru dari Beijing untuk ikut serta berdiskusi secara aktif dengan AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bitcoin Cs Menguat Tipis-Tipis, Tapi Dogecoin Masih Loyo

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts