gep-indonesia.org

Saham Pendatang Baru Kasih Cuan Gede, Kecuali Milik Saratoga

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan koreksi 0,44% ke 7.071,32 pada penutupan perdagangan sesi I siang ini. Pelemahan terjadi di tengah banyaknya sentimen positif terutama pasca rilis data produk domestik bruto (PDB) RI kuartal III-2022 yang tumbuh positif.

Nilai perdagangan tercatat turun ke Rp 6,94 triliun dengan melibatkan lebih dari 23 miliar saham yang berpindah tangan 937 kali.

Sementara, mayoritas saham siang ini terpantau mengalami penurunan. Statistik perdagangan mencatat ada 241 saham yang menurun dan 231 saham yang mengalami kenaikan, serta sisanya sebanyak 217 saham stagnan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah melemahnya IHSG siang ini, terdapat 5 saham yang tampil perkasa masuk jajarantop gainers dan 5 saham yang terkena aksi jual signifikan dan menjadi top losers

Berikut lima sahamtop gainers pada perdagangan sesi I siang ini, Selasa (8/11/2022).

  1. PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), naik 35%, ke Rp 135/unit
  2. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), naik +22,55%, ke Rp 250/unit
  3. PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR), naik +15,83%, ke Rp 139/unit
  4. PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), naik +11,73%, ke 400/unit
  5. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), naik +6,34%, ke Rp 151/unit

Saham emiten properti pengelola Balikpapan Superblock, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) memimpin deretantop gainerspada perdagangan sesi I siang ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 36,71 miliar denganvolume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 271,93 juta unit saham.

Pada perdagangan perdana hari ini, harga saham BSBK bergerak konsisten di Rp 135/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham BSBK mencapai Rp 3,39 triliun.

BSKB melepas sebanyak 2.750.000.000 saham melalui penawaran umum perdana. Harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. Sehingga, dana yang diperoleh sebesar Rp 275 miliar.

PT Artha Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.

Bersamaan dalam IPO, BSBK juga akan melaksanakan konversi utang kepada kreditur sebesar Rp 234,17 miliar dengan harga konversi yang sama dengan harga penawaran yaitu Rp 100 per saham. Sehingga kreditur akan mendapatkan saham baru sebanyak 2.341.713.397 saham.

Wulandari Bangun Laksana juga menerbitkan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi kreditur dan calon investor yang membeli saham dalam penawaran umum perseroan ini. Setiap pemegang 100 saham baru berhak memperoleh 137 waran. Setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 1 tahun sejak pencatatan. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 125 per lembar.

Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan oleh pemegang saham, sebesar Rp 200 miliar akan digunakan untuk pembayaran utang pokok ke PT BPD Kalimatan Timur dan Kalimantan Utara dan sisa dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan.

Sebagai pengembang properti yang berbasis di Kalimantan Timur (Kaltim), perseroan tak mau ketinggalam dalam memanfaatkan momentum peluang bisnis apalagi seriring dengan berpindahnya Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim.

Sumber: www.cnbcindonesia.com

Exit mobile version