Restrukturisasi Kredit Mandiri Sisa Rp 31 T, Ini Rahasianya

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perbankan pelat merah PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) melaporkan bahwa outstanding balance kredit program restrukturisasi Covid-19 terus menurun. Hingga bulan Maret 2023, kini besaran nilainya sisa Rp31,2 triliun, jauh lebih rendah dari jumlah tertinggi pada Juni 2022 lalu yakni sebesar Rp96,5 triliun.

Read More

Direktur Manajemen Risiko BMRI Ahmad Siddik Badruddin mengatakan kualitas portofolio kredit ini juga terjaga. Ini tercermin dari non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah yang berkisar 1,7% dari total kredit Rp96,49 triliun.

Kemudian, loan at risk (LAR) atau risiko kredit bermasalah termasuk kredit restrukturisasi Covid-19 di bulan Maret 2023 ini sebesar 11,7%. Ini telah menurun signifkan dari bulan Maret tahun lalu sebesar 17,2%.

“Dari portfolio Covid tersebut, lebih dari 91% telah melakukan pembayaran kembali. Baik berupa partial payment ataupun full payment ataupun pelunasan,” ujar Siddik saat Paparan Kinerja Triwulan I 2023 Bank Mandiri secara virtual, Selasa (18/4/2023).

Oleh karena itu, pihaknya mengestimasi sebagian besar portfolio restrukturisasi akan recover dan mampu bayar kewajibannya lagi nanti.

Terkait dengan debitur yang masih membutuhkan program restrukturisasi lanjutan, Siddik mengatakan pihaknya akan memberikan restru reguler kepada debitur tersebut.

Untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit untuk debitur-debitur tertentu pasca masa relaksasi, Bank Mandiri membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp2,86 triliun. Sementara CKPN coverage NPL keseluruhan sebesar 336,6%, meningkat dari 70% secara tahunan (yoy).

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Breaking News: Laba Bank Mandiri Tembus Rp 41,2 T, Naik 47%

(Zefanya Aprilia/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts