Resesi Menjauh dari Amerika, Wall Street Ijo Royo-Royo

Jakarta, CNBC Indonesia – Tiga bursa Amerika Serikat (AS) kompak menghijau pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (21/4/2023).

Read More

Indeks Dow Jones menguat 22,34 point atau 0,07% ke 33.808,96.

Indeks Nasdaq juga menguat 12,9 poin atau 0,11% ke posisi 12.072,46. Indeks S&P 500 menguat 3,73 poin atau 0,09% ke posisi 4.133,52.

Namun, secara keseluruhan ketiga indeks melemah pada pekan ini.  Indeks S&P melemah 0,1%, Dow Jones melandai 0,2%, dan Nasdaq terkoreksi 0,4%.

Bursa menghijau setelah AS merilis data aktivitas manufaktur. Di luar dugaan, survei terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur barang dan jasa AS malah tumbung kencang pada April.

Masih kencangnya aktivitas manufaktur menunjukkan permintaan yang masih kuat sehingga bayang-bayang resesi memudar.

Permintaan yang kencang di satu sisi menunjukkan ekonomi AS yang masih tumbuh baik dan tidak ada resesi sehingga menguntungkan perusahaan karena penjualan bisa terdongkrak.

Namun, di sisi lain, ekonomi yang kencang bisa membuat bank sentral AS The Federal Reserve tetap hawkish.

Survei S&P Global terbaru mengenai PMI Manufaktur AS menunjukkan, indeks akan berada di angka 50,4 pada April. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam enam bulan terakhir dan naik signifikan dibandingkan 49,2 pada Maret.

Dengan demikian, PMI akan tetap berada di atas 50 atau fase ekspansif selama tiga bulan beruntun.

Survei yang dilakukan pada 12-23 April juga menunjukkan PMI aktivitas jasa AS akan naik menjadi 53,7 pada April atau tertinggi sepanjang tahun ini.

Indeks akan lebih tinggi dibandingkan pada Maret yang tercatat 52,6. Indeks pada April juga jauh di atas ekspektasi pasar yakni 51,5.

“Aktivitas manufaktur tertinggi dalam hampir setahun karena ada permintaan yang menguat, membaiknya pasokan, serta naiknya permintaan baru. Pertumbuhan jasa dan barang sangat solid,” tutur S&P Global dalam laporannya.

Pergerakan bursa Wall Street juga masih dibayangi laporan keuangan, termasuk Procter & Gamble (P&G) dan Freeport-McMoran

P&G melaporkan pendapatan bersih sebesar US$ 3,4 miiliar pada kuartal III 2023 yang berakhir di Maret, naik tipis dibandingkan US$ 3,36 pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tercatat US$ 20,07 miliar atau di atas ekspektasi pasar yang berada di US$ 19,32 miliar.

Sementara itu, Freeport melaporkan pendapatan mereka pada kuartal I-2023 turun 18,3% menjadi US$ 5,39 miliar.

Laba bersih tercatat US$ 663 juta atau 46 cents per lembar saham. Earnings per share jauh di bawah ekspektasi pasar yakni 42 cents per lembar saham.

Laba turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni US$ 1,53 miliar atau US$ 1,04 per saham.

“Laporan keuangan dari industri yang sama menunjukkan ahsil yang berbeda. Sepertinya kita harus melihat musim laporan keuangan berakhir untuk mengetahui seperti apa tren yang sedang berkembang dana pa yang terjadi di industri,” tutur Thomas Martin, GLOBALT Investments Senior Portfolio Manager, dikutip dari Reuters.

Hingga Jumat pekan ini, 18% perusahaan yang masuk bursa indeks S&P 500 sudah melaporkan hasil laporan keuangan mereka. Sebanyak 8,4% earnings mereka ada di bawah rata-rata selama lima tahun terakhir.

Hasil laporan keuangan masih menjadi penggerak utama pergerakan bursa AS pada pekan depan. Perusahaan yang akan mengeluarkan laporan keuangan minggu depan di antaranya adalah Microsoft, induk Google Alphabet, dan Amazon.

“Pelaku pasar masih megambil sikap hati-hati dan menahan diri menjelang laporan keuangan sektor teknologi minggu depan. Pekan ini, ada begitu banyak faktor yang saling bertolak belakang, beberapa laporan keuangan membaik tapi sebagian memburuk,” tutur Keith Lerner, co-chief investment officer dari Truist Advisory Services, dikutip dari Reuters.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Jakarta, CNBC Indonesia – Tiga bursa Amerika Serikat (AS) kompak menghijau pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (21/4/2023).

Indeks Dow Jones menguat 22,34 point atau 0,07% ke 33.808,96.

Indeks Nasdaq juga menguat 12,9 poin atau 0,11% ke posisi 12.072,46. Indeks S&P 500 menguat 3,73 poin atau 0,09% ke posisi 4.133,52.

Namun, secara keseluruhan ketiga indeks melemah pada pekan ini.

Indeks S&P melemah 0,1%, Dow Jones melandai 0,2%, dan Nasdaq terkoreksi 0,4%.

Bursa menghijau setelah AS merilis data aktivitas manufaktur. Di luar dugaan, survei terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur barang dan jasa AS malah tumbung kencang pada April.

Masih kencangnya aktvitas manufaktur menunjukkan permintaan yang masih kuat sehingga bayang-bayang resesi memudar.

Survei S&P Global terbaru mengenai PMI Manufaktur AS menunjukkan, indeks akan berada di angka 50,4 pada April. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam enam bulan terakhir dan naik signiifkan dibandingkan 49,2 pada Maret.

Dengan demikian, PMI akan tetap berada di atas 50 atau fase ekspansif selama tiga bulan beruntun.

Survei yang dilakukan pada 12-23 April juga menunjukkan PMI aktivitas jasa AS akan naik menjadi 53,7 pada April atau tertinggi sepanjang tahun ini.

Indeks akan lebih tinggi dibandingkan pada Maret yang tercatat 52,6. Indeks pada April juga jauh di atas ekspektasi pasar yakni 51,5.

“Aktivitas manufaktur tertinggi dalam hampir setahun karena ada permintaan yang menguat, membaiknya pasokan, serta naiknya permintaan baru. Pertumbuhan jasa dan barang sangat solid,” tutur S&P Global dalam laporannya.

Pergerakan bursa Wall Street juga masih dibayangi laporan keuangan, termasuk Procter & Gamble (P&G) dan Freeport-McMoran

P&G melaporkan pendapatan bersih sebesar US$ 3,4 miiliar pada kuartal III 2023 yang berakhir di Maret, naik tipis dibandingkan US$ 3,36 pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tercatat US$ 20,07 miliar atau di atas ekspektasi pasar yang berada di US$ 19,32 miliar.

Sementara itu, Freeport melaporkan pendapatan mereka pada kuartal I-2023 turun 18,3% menjadi US$ 5,39 miliar.
Laba bersih tercatat US$ 663 juta atau 46 cents per lembar saham. Earnings per share jauh di bawah ekspektasi pasar yakni 42 cents per lembar saham.

Laba turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni US$ 1,53 miliar atau US$ 1,04 per saham.

“Laporan keuangan dari industri yang sama menunjukkan ahsil yang berbeda. Sepertinya kita harus melihat musim laporan keuangan berakhir untuk mengetahui seperti apa tren yang sedang berkembang dana pa yang terjadi di industri,” tutur Thomas Martin, GLOBALT Investments Senior Portfolio Manager, dikutip dari Reuters.

Hingga Jumat pekan ini, 18% perusahaan yang masuk bursa indeks S&P 500 sudah melaporkan hasil laporann keuangan mereka. Sebanyak 8,4% earnings mereka ada di bawah rata-rata selama lima tahun terakhir.

Hasil laporan keuangan masih menjadi penggerak utama pergerakan bursa AS pada pekan depan. Perusahaan yang akan mengeluarkan laporan keuangan minggu depan di antaranya adalah Microsoft, induk Google Alphabet, dan Amazon.

“Pelaku pasar masih megambil sikap hati-hati dan menahan diri menjelang laporan keuangan sektor teknologi minggu depan. Pekan ini, ada begitu banyak faktor yang saling bertolak belakang, beberapa laporan keuangan membaik tapi sebagian memburuk,” tutur Keith Lerner, co-chief investment officer dari Truist Advisory Services, dikutip dari Reuters.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Pasar Tenaga Kerja AS ‘Mendingin’, Wall Street Ijo Royo-royo

(mae/mae)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts