Potensi Delisting, HOTL Punya Banyak Tato dari BEI


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingatkan potensi delisting kepada PT Saraswati Griya Lestari Tbk. (HOTL) yang telah masuk dalam papan pemantauan khusus. Peringatan tersebut mengacu pada pengumuman Bursa No: Peng-SPT-00016/BEI.PP2/08-2022 tanggal 1 Agustus 2022 perihal penghentian sementara perdagangan efek PT Saraswati Griya Lestari Tbk. (HOTL).

Selain itu juga berdasarkan peraturan bursa Nomor I-I tentang penghapusan pencatatan (Delisting) dan pencatatan kembali (Relisting) saham di bursa.

Bursa dapat menghapus saham apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha emiten, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, danperusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Selain itu BEI juga dapat menghapus saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Saraswati Griya Lestari Tbk. (Perseroan) telah disuspensi selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 1 Agustus 2024,” tulis manajemen BEI dalam keterbukaan infromasi, Jumat (2/2).

Sebagai informasi, adapun pemegang saham HOTL di antaranya, PT Tiara Realty 51,32%, Soegianto 9,38%, Indra Setiawan Ir. 7,71%, Irene Thesman 7,10%, Bhakti Salim 1,27%, sementara masyarakat 23,23%.

Mengitip RTI, saham HOTL saat ini masuk pada jajaran saham gocap atau Rp 50 per saham dengan banyak tato di antaranya, M yaitu, penundaan pembayaran utang, L yautu keterlambatan penyampaian laporan keuangan, Y yaitu belum menyelenggarakan RUPS Tahunan sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir, dan X yaitu sahamnya dalam pemantauan khusus.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Emiten Ini Potensi Ditendang dari Bursa

(mkh/mkh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts