Popularitas Bitcoin Makin Menyusut? Kripto Kompak Ambruk


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto mayoritas melemah pada hari ini (6/2/2024) di tengah pendapat analis kripto perihal pencarian bitcoin yang terus menurun.

Merujuk dari CoinMarketCap pada Senin (12/2/2024) pukul 13.09 WIB, pasar kripto mayoritas melemah. Bitcoin turun 0,3% ke US$48.143,9 kendati secara mingguan melonjak 12,55%.

Ethereum berada di zona negatif 1,14% dalam 24 jam terakhir kendati dalam sepekan terapresiasi 8,84%

Solana anjlok 3,23% secara harian meskipun secara mingguan menguat 9,83%.

Begitu pula Cardano berada di teritori negatif 4,25% dalam 24 jam terakhir meskipun secara mingguan merangkak naik 8,07%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 0,75% ke angka 1.974,76. Open interest terdepresiasi 0,36% di angka US$44,13 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 68 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase optimis dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Dalam tujuh hari perdagangan tepatnya sejak 5 Februari 2024, bitcoin mengalami apresiasi khususnya pada tanggal 7, 8, dan 9 Februari 2024 bitcoin melonjak lebih dari 2% setiap harinya.

Menanggapi hal tersebut, seorang analis kripto yang diikuti dengan cermat menyatakan bahwa metrik yang mengkhawatirkan menunjukkan bahwa kenaikan bitcoin saat ini mungkin tidak berkelanjutan.

Analis Kripto Jason Pizzino menyatakan dalam komentar YouTube-nya bahwa minat investor terhadap cryptocurrency terkemuka mungkin berkurang, seperti yang ditunjukkan oleh menurunnya jumlah pencarian “Bitcoin” di Google.

Ia mengatakan bahwa meskipun terdapat kenaikan harga pada bitcoin, namun minat terhadap istilah pencarian bitcoin menurun.

Jason Pizzino menekankan bahwa jika BTC ingin melampaui level US$49.000, volumenya perlu ditingkatkan dan ini akan terjadi dalam satu atau dua minggu ke depan

“Dari segi volume, masih kurang untuk kenaikan berikutnya,” tutur Jason.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Ini Alasan Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi Rp 555,4 Juta

(rev/rev)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts