Perdana! SMKM Dirumorkan Naik ke Papan Pengembangan

Jakarta, CNBC Indonesia – Beredar rumor di kalangan para pelaku pasar bahwa saham emiten jasa konstruksi PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) akan naik ke papan pengembangan. Saat ini, SMKM tercatat di papan akselerasi. Apabila sukses naik kasta, maka SMKM akan menjadi saham papan akselerasi pertama yang naik ke papan pengembangan.

Read More

Seiring dengan kabar pasar tersebut, harga saham SMKM kemarin melonjak hingga batas auto reject atas (ARA) khusus papan akselerasi sebesar 10% ke angka Rp715/saham. Sedangkan pada perdagangan hari ini SMKM kembali ARA 9,79% ke Rp 785/unit.

Dengan ini, saham SMKM sudah melonjak 31,93% dalam sepekan dan melesat 26,61% sepanjang 2023 (year to date/YtD).

Secara aset dan ekuitas, SMKM memang sudah tergolong mampu bersanding dengan emiten papan pengembangan dimana aset perseroan berada di kisaran Rp 219 miliar sedangkan ekuitas berada di kisaran 197 miliar.

Kabar terbaru, perseroan merilis informasi pemegang saham dengan kepemilikan 5% per akhir Januari 2023. Tidak ada perubahan yang signifikan, yang mana PT Vina Nauli Jordania masih menjadi pengendali perusahaan dengan menguasai 56,11% saham.

Saat ini, mengutip keterbukaan informasi, 12 Januari 2023, SMKM sedang mengerjakan empat proyek, termasuk gudang Wilmar Group dan pembangunan perumahan KNTI Tahap 1, Tahap 2, dan Tahap 3.

Secara total nilai kontrak keempat proyek tersebut yang diterima perseroan mencapai Rp50,76 miliar.

Sedangkan, manajemen bilang, perusahaan masih menunggu adanya pelaksanaan tender pekerja baru di awal tahun ini.

“Dikarenakan di awal Tahun 2023 ini belum ada pelaksanaan tender pekerjaan baru sehingga Perseroan masih menunggu dan tetap fokus pada penyelesaian pekerjaan pekerjaan yang saat ini sedang dijalankan, serta masih dalam proses penyusunan rencana kegiatan pekerjaan perseroan di tahun 2023,” jelas manajemen SMKM.

CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Masuk Tahun Politik, Waskita Karya Incar Proyek Luar Negeri

(RCI/RCI)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts