Pemilu Diperkirakan Bakal Dua Putaran, Begini Respons Investor


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Semua lapisan masyarakat termasuk para investor menantikan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang. Sebentar lagi Indonesia akan mendapatkan pemerintahan baru dan membawa harapan baru, termasuk industri pasar modal.

Banyak pihak yang memperkirakan proses pemilihan umum kali ini akan berlangsung dua putaran. Para analis mengatakan, investor pasar modal lebih berfokus pada kondisi iklim demokrasi. Dalam hal ini, proses pemilu diharapkan dapat berlangsung kondusif, aman, dan transparan.

“Kami, saya pribadi lebih ke berharap pemilu bisa berjalan dengan tenang, damai jujur, dan adil. Karena ini juga menyangkut stabilitas politik dan keamanan dengan adanya stabilitas keamanan yang tercipta selama periode pelaksanaan pemilu,” kata Analis Senior Investment Information Mireae Nafan Aji Gusta kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/2).

Jika proses pemilu dapat berlangsung kondusif, kata Nafan, maka akan berdampak pada stabilitas perekonomian Indonesia. Sebab pemilu yang aman dan damai menciptakan kepercayaan investor untuk menempatkan dananya di Indonesia.

“Maka pertumbuhan ekonomi pun akan terjaga dengan baik bahkan bisa semakin resilience,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, tantangan perekonomian Indonesia juga dipengaruhi oleh perekonomian global yang sedang mengalami ketidakpastian.”Yang paling penting bukan masalah 1 atau 2 putaran. Tapi menurut saya lebih baik nantikan hasil quick count aja. Karena menggambarkan suara rakyat hasilnya jg mendekati hasil perhitungan suara,” pungkasnya.

Head of Institutional Research Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan lebih merespon positif jika berlangsung hanya dengan satu putaran.

Ishfan bahkan memperkirakan IHSG akan terus menanjak dan bisa menutup tahun di atas 8.150.

“Secara valuasi, estimasi P/E untuk IHSG jika pemilu dilaksanakan 1 putaran adalah 16x, sedangkan untuk 2 putaran adalah 15.3x,” ujarnya.

Sektor-sektor yang biasanya mempunyai performa cukup baik setelah pemilu antara lain, industrial estate dan juga infrastruktur, dalam hal ini kami menyukai emiten-emiten semen.

Disamping itu perhatian terhadap sektor kesehatan juga akan memberi outlook lebih cerah kepada operator rumah sakit. Sementara sektor-sektor utama penggerak IHSG pasca pemilu masih akan datang dari perbankan dan juga telekomunikasi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Lo Kheng Hong Buka-Bukaan Alasan Beli Saham PGAS

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts