gep-indonesia.org

Pembangkit Raksasa Kebanggaan Jokowi Rampung, Ini Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mengungkapkan, salah satu Mega Proyek Engineering, Procurement & Construction (EPC) yang dikerjakan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar atau dikenal dengan nama Muara Tawar Combined Cycle Power Plant Block 2,3 & 4 Add-on Project milik PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) segera rampung dan ditargetkan beroperasi di akhir tahun 2022.

Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi menjelaskan bahwa hingga bulan Oktober 2022 progress kemajuan pengerjaan proyek ini telah mencapai 98,7%.

“Lingkup pekerjaan pada proyek JO (Joint Operation) antara EPC Hutama Karya dengan Doosan Heavy Industry ini meliputi All Construction Work, pekerjaan Engineering & Procurement untuk BOP area dan Commissioning BOP area,” kata Gunadi dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2022).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Gunadi melanjutkan, perseroan menambah kapasitas dari unit eksisting atau dengan sebutan proyek Add On. Penambahan kapasitas ini dilakukan dengan memanfaatkan panas gas hasil pembakaran gas turbin yang sebelumnya hanya dibuang saja. Namun, setelah unit Add On ini berhasil dibangun, panas gas yang terbuang dapat dimanfaatkan dan menghasilkan 650 MW listrik.

“Selain itu penggunaan gas alam sebagai bahan bakar pembangkit listrik merupakan salah satu pembangkit hijau, dengan emisi rendah,” imbuhnya.

Proyek senilai Rp 2,1 miliar yang berlokasi di Muara Tawar, Marunda, Bekasi – Jawa Barat, memiliki peran strategis dalam menyokong kebutuhan listrik Pulau Jawa untuk mendukung beban puncak (Peak Load) lebih dari 200 BBTUD (Billion British Thermal Unit Per Day) khususnya untuk kebutuhan beban di wilayah Jabodetabek.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam pengerjaan proyek ini adalah lokasinya yang berada di area yang bersinggungan dengan pembangkit listrik atau instalasi yang sudah beroperasi sehingga diperlukan metode kerja dan komunikasi yang intens antara existing dan proyek.

Hutama Karya menyediakan manpower sejumlah 900 orang untuk kelancaran pengerjaan proyek ini. Setelah proyek ini rampung, dapat menambah ilmu sejumlah manpower terkait teknis operasional dan diharapkan mampu menjadi operator pada PLTGU Muara Tawar.

Proyek PLTGU Muara Tawar yang terus berprogress dalam melakukan penambahan kapasitas produksi (Add On) 650 MW telah sukses mencapai 1st Synchronization pada Block 2 pada hari Jum’at (14/10). Artinya, Plant Block 2 di PLTGU Muara Tawar telah berhasil menghasilkan listrik untuk dihasilkan ke sistem Jawa dan Bali.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Hutama Karya Ajukan PMN Operasional, Disetujui Kemenkeu?

(rob/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Exit mobile version