Nggak Jadi 2%, IHSG Cuma Turun 0,2% di Akhir Sesi II

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas penurunan yang sebelumnya sempat nyaris 2%. Pada penutupan sesi kedua sore ini, IHSG melemah 0,21% ke level 6.804,23.

Read More

IHSG sempat keluar dari zona psikologis 6700 tepatnya di level 6.683.63. Capaian tertinggi IHSG ada di level 6.821,05.

Meski penurunan terpangkas, IHSG telah mengakhiri perdagangan di zona merah selama 6 hari beruntun. Dalam seminggu perdagangan terakhir IHSG turun 3,08% serta 2,33% dalam periode satu bulan.

Pada penutupan sesi II, tercatat mayoritas saham mengalami koreksi. Berdasarkan data dari RTI Business, sebanyak 316 saham melemah, 226 saham menguat dan 156 lainnya tetap konsisten tidak berubah. Volume saham dicatat sebanyak 22,5 miliar lembar diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,19 juta kali serta nilai perdagangan mencapai 14,7 Triliun.

Sektor energi, dan barang konsumen non-primer menjadi pendorong utama pelemahan IHSG hari ini masing-masing sebesar 2,50%, dan 0,80%, secara berurutan.

Pelemahan IHSG terjadi ketika dua bursa utama mereka kembali mengakhiri perdagangan di zona merah. Indeks Dow Jones ditutup pada posisi 33,597,92. Posisi itu nyaris tidak bergerak dan hanya menguat tipis 1,58 poin dari penutupan hari sebelumnya.

Sementara itu, indeks Nasdaq melandai 0,51% atau 56,34 poin ke 10.958,55 sementara indeks S&P 500 melemah 7,34 poin atau 0,19% ke 3.933,92. Artinya, indeks S&P bahkan sudah mengakhiri lima perdagangan di zona merah.

Mayoritas indeks kembali melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi di AS serta global. Masih kencangnya data PMI sektor jasa dan non-farm payroll membuat pelaku pasar AS pesimis jika bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan segera mengendurkan laju kenaikan suku bunganya.

Wall Street ambruk setelah sejumlah CEO dari institusi multinational menyampaikan sejumlah kekhawatiran mengenai ancaman resesi. Survei The Economist juga menunjukkan jika 56% warga AS percaya jika Negara Paman Sam sudah berada di fase resesi.

Dari dalam negeri, saham utama perbankan BMRI mengalami kemunduran 3.13% serta banyaknya saham-saham lain yang merosot hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) menyetir jebolnya IHSG hari ini hingga keluar zona psikologis 6800.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih menjadi pemberat terbesar IHSG pada hari ini, yakni sebesar 15,849 indeks poin. Adapun saham GOTO kembali ambles 6.54% ke posisi Rp 100/saham dan kembali menyentuh batas auto reject bawah (ARB) hari ini.

Bahkan, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yang sebelumnya sempat menjadi penahan koreksi IHSG, pada hari ini justru menjadi pemberat IHSG, yakni sebesar 6.150 indeks poin. Saham BYAN pun ambles 443% ke posisi Rp 14.550/unit yang sempat menyentuh ARB pada perdagangan sesi I.

Adapaun Top Losers pada perdagangan hari ini antara lain:

1. AMRT (-6.98%)

2. HATM (-6.78%)

3. FILM (-6.78%)

4. OMED (-6.78%)

5. GOTO (-6.54%)

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Saham Pilihan di Saat IHSG Diprediksi Menguji Support

(RCI/dhf)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts