gep-indonesia.org

Nanti Titah Suku Bunga BI, Akankah IHSG Bermalam di 7.000an?

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus berakhir dengan koreksi 0,3% di 7.014,38 pada perdagangan Rabu (16/11/2022).

Sejak awal perdagangan IHSG memang telah terkoreksi. Bahkan IHSG sempat keluar dari level psikologis 7.000.

Statistik perdagangan mencatat ada 338 saham yang melemah, 194 saham menguat dan 177 saham stagnan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelemahan yang dialami oleh IHSG sejalan dengan mayoritas gerak indeks saham Asia yang juga terkoreksi. Hanya indeks Hang Seng saja yang menguat 0,14%.

Di sisi lain, investor asing juga mencatatkan net sell cukup jumbo di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 1,37 triliun.

Untuk hari ini pelaku pasar menanti keputusan penetapan suku bunga Bank Indonesia (BI). Dalam RDG yang digelar 2 hari, para ekonom memperkirakan suku bunga akan kembali dikerek naik.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuan secara agresif pada bulan ini.

Dari 14 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus tersebut, delapan lembaga/institusi memperkirakan bank sentral akan mengerek BI7DRR sebesar 50 basis points (bps) menjadi 5,25%.

Analisis Teknikal


Foto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks bergerak di dekat batas BB 7.044.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI masih di area 47-49.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 tampak masih berimpit dengan EMA 26.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, tampaknya IHSG masih akan cenderung sideways dalam waktu dekat di kisaran7.000-7.100. Namun untuk hari ini, apabila IHSG tembus 7.044, maka ada peluang lanjutan ke 7.115.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Balas Dendam, tapi Apa Kuat ke 7.000 Lagi?

(trp/trp)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Exit mobile version