Merdeka Battery Melantai, ‘Duit’ Boy Thohir Nambah Rp14,67 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Kekayaan pengusaha Garibaldi ‘Boy’ Thohir langsung bertambah usai PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melantai di bursa pada Selasa (18/2/2023). Ini berkat kenaikan dua digit saham emiten nikel tersebut pada debut perdana.

Read More

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.05 WIB, harga saham MBMA mencapai Rp905/saham atau melonjak 13,84%. Ini membuat kapitalisasi pasar (market cap) MBMA mencapai Rp97,24 triliun, masuk deretan 16 besar emiten terbesar di BEI atau emiten nikel terbesar di bursa Ri saat ini.

Lonjakan harga saham emiten anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tersebut ikut membuat valuasi kepemilikan saham Boy Thohir melambung.
Informasi saja, abang kandung Menteri BUMN Erick Thohir tersebut memiliki 11,67 miliar saham atau 11,14% saham MBMA pasca-IPO.

Sementara, secara tak langsung via MDKA setara dengan 3,62% dan via PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) 0,34%. Dengan harga saham di level Rp905/saham, Boy Thohir memiliki valuasi kepemilikan sebesar Rp14,67 triliun di MBMA.

Catatan saja, ini merupakan hitung-hitungan kasar sebagai ilustrasi nilai kekayaan bos Adaro (ADRO) tersebut lewat kepemilikan saham di MBMA. Sebagai informasi, MBMA menentukan harga pelaksanaan IPO sebesar Rp795 per saham.

MBMA menawarkan sebanyak 11,5 miliar saham baru yang dikeluarkan dari portepel perusahaan atau 10,24% dari total saham perusahaan. Dengan demikian MBMA meraup sekitar Rp9,2 triliun dengan nilai kapitalisasi pasar saham mencapai Rp85,9 triliun.

Emiten produsen bahan baku baterai ini berencana menggunakan dana hasil IPO antara lain untuk membiayai pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek pemrosesan nikel seperti fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) I tahap I dengan kapasitas 60.000 ton per tahun untuk menghasilkan material dalam rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik.

Sebagian lainnya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja anak usaha, diantaranya PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang merupakan perusahaan tambang nikel dengan salah satu sumber daya terbesar di dunia dalam hal kandungan nikel. Saat ini SCM memiliki sumber daya lebih dari 1,1 miliar bijih dry metric tonne yang mengandung 13,8 juta ton nikel dengan kadar 1,22% Ni dan 1,0 juta ton kobalt pada kadar 0,08% Co.

Kapasitas produksi tambang SCM diperkirakan akan mencapai 14,6 juta wet metric tonnes pada 2024. MBMA juga akan memakai dana IPO untuk melunasi pinjaman David Agus, Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku salah satu Penjamin Emisi, mengatakan sebagian besar saham MBMA dialokasikan kepada investor institusi. Namun, antusiasme investor ritel dalam IPO ini yang mencapai lebih dari 33.000 pemesan sangat menggembirakan bagi industri pasar modal dan energi terbarukan di Indonesia. Besarnya minat investor untuk terlibat dalam IPO MBMA ini sudah terlihat sejak penawaran awal.

“Besarnya penawaran saham yang masuk menandakan bahwa investor juga sangat optimistis dengan prospek bisnis hilirisasi tambang nikel dan pengembangan rantai nilai bahan baku Electric Vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan bermotor listrik yang dikembangkan oleh MBMA. IPO MBMA ini sejalan dengan momentum global yang mendorong lebih banyak penggunaan energi bersih, termasuk penggunaan EV battery,” kata David.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Boy Thohir Curhat Hingga Bawa-bawa Nama Jepang, Ada Apa Nih?

(trp/trp)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts