Mau IPO, HYGN Tawarkan Saham Rp 135-Rp 145 per Saham


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan jasa pengelolaan dan penyewaan alat-alat higienitas dan sanitasi ruangan, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk. (HYGN) akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan akan melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 525.000.000 saham atas nama dengan nilai nominal Rp20,00 setiap saham atau setara dengan 20,79% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Mengutip prospektusnya, harga yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp135 sampai dengan Rp145 per saham. Sehingga nantinya perseroan akan mendapatkan dana segar senilai Rp76.125.000.000.

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 13,50% atau sebesar Rp8.800.000.000 akan digunakan Perseroan untuk pembelian gudang yang terletak di Jalan Raya Cijayanti, Bogor.

Sekitar 49,20% akan digunakan Perseroan untuk modal kerja guna mendukung strategi perkembangan Perseroan melalui berbagai inisiatif. Sekitar 18,50% akan digunakan Perseroan untuk belanja modal.

Sekitar 10,80% akan digunakan Perseroan untuk penyetoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Tukang Bersih Indonesia (TBI). Sekitar 8,00% akan digunakan Perseroan untuk penyetoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Indocitra Pacific (ICP).

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga melakukan program Pemberian Hak Opsi Pembelian Saham Untuk Manajemen dan Karyawan/ Management and Employee Stock Option Plan (MESOP). Perseroan mengadakan program opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan (Management and Employee Stock Option Program atau MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 0,60% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak-banyaknya 15.150.000 saham.

Perseroan hanya akan menawarkan opsi MESOP ini kepada sebanyak-banyaknya 20 pihak dan jumlah nilai penawaran dari MESOP tersebut kurang dari Rp5.000.000.000.

Selain itu Perseroan juga mengadakan Program ESA dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya sebesar 1,93% dari jumlah penerbitan Saham Yang Ditawarkan atau sebanyak-banyaknya sebesar 10.100.000 saham.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek.

Berdasarkan prospektus perusahaan, sebelum IPO Hendrik Yong merupakan pemilik 60% saham HYGN. Kemudian Hermes Thamrin menggenggam 25%, Rondy Yunanda 10%, dan Wincent Yunanda 5%.

Setelah IPO kepemilikan saham mereka akan terdilusi. Hendrik menjadi 47,52%, Hermes 19,8%, Rondy 7,92%, dan Wincent 3,96%. Kemudian porsi kepemilikan masyarakat 20,79%.

Adapun berikut jadwal penawaran IPO sebagai berikut:

Masa penawaran awal: 19-24 Januari 2024
Tanggal efektif: 31 Januari 2024
Masa penawaran umum perdana saham: 1-05 Februari 2024
Tanggal penjatahan: 5 Februari 2024
Tanggal distribusi saham secara elektronik: 6 Februari 2024
Tanggal pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia: 7 Februari 2024

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Emiten Mothercare BABY Resmi IPO, Sahamnya Naik 9%

(mkh/mkh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts