Mahfud MD Tuding Banyak Korupsi Infra Era Jokowi, BUMN Buka Suara


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) buka suara terkait penyataan yang dilontarkan oleh Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD yang mengungkapkan bahwa banyak korupsi di lingkungan BUMN, khususnya bagian infrastruktur di era kepemimpinan Presiden Jokowi.

Mahfud mengatakan, bahwa beberapa BUMN di bidang infrastruktur saat ini banyak yang bangkrut atau rugi akibat korupsi.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengklarifikasi bahwa tidak semua perusahaan BUMN konstruksi kolaps. Ia mengaku, memang beberapa BUMN seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) memiliki kinerja yang kurang sehat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masukan dari Pak Mahfud MD mengenai BUMN. Tapi perlu kami luruskan, Pak Mahfud kan bagian dari kabinet juga ya, kalau mengatakan semua kolaps BUMN nya, infrastrukturnya kan Pak Mahfud tahu itu nggak bener,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/1).

Arya menjelaskan, persoalan keuangan Waskita sudah sejak tahun 2012 usai menggalang dana di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO). Dari situ investasi yang kurang tepat bermula hingga berujung pada kinerja keuangan yang berantakan.

“Kan juga Pak Mahfud kan paham juga kalau misalnya masalah Waskita itu kan sejak diawali tahun 2012 tuh setelah mereka dapat pendanaan dari IPO di sana banyak investasi yang nggak bener itu sejak tahun 2012 Pak Mahfud,” ungkapnya.

Sementara, terkait oknum yang melakukan korupsi hingga menggerogoti tubuh perusahaan juga terus diberantas melalui program bersih-bersih BUMN. “Dan juga kita tahu mengenai korupsi BUMN, saya rasa Pak Mahfud kan di kabinet juga pasti pernah dengar kita itu selama 4 tahun ini bersih-bersih BUMN nya jalan,” sebutnya.

Kementerian BUMN, kata Arya, bekerja sama dengan lembaga terkait seperti KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk membantu menelusiri oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam mengamban amanah.

“Di BUMN itu langsung loh pak menteri BUMN Pak Erick Thohir langsung membawa kasus-kasus ke Kejaksaan, Jaksa Agung, langsung loh Pak Mahfud kan tahu juga itu dan terbukti banyak sekali dari BUMN yang akhirnya dihukum,” ucapnya.

“Bahkan belum pernah loh ada sepanjang sekarang ini seumur hidup ada di hukum, hukumannya seumur hidup loh Itu juga yang kita laporkan,” lanjutnya.

Arya mencontohkan, sejumlah perusahaan sakit karena korupsi yang telah dibereskan selain sektor infrastruktur misalnya, PT Jiwasraya (Persero), PT Asabri (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.(GIAA)

“Itu ada di jiwasraya dan sebagainya Itu ada loh bahkan di karya-karya juga begitu. Di Asabri, Garuda itu kita bawa semua. dan pak mahfud pastilah pantau itu semua,” imbuhnya.

Arya menambahkan, pihaknya mengapresiasi masukan dan kritik dari Mahfud MD dan berharap kasus yang sedang diproses dapat berjalan sesuai dengan hujum yang berlaku.

“Tapi masukkan pak mahfud kami terima, tapi kan pak mahfud bisa lihat lah bahwa semua yang kita proses itu berjalan secara hukum Pak. Yang pasti kami nggak asal ngomong aja gitu, ya jadi bukti-buktinya ada, kita perbaiki semua Pak Mahfud,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Tolak Likuidasi, Korban Wanaartha Mau Gerilya ke Mahfud MD

(fsd/fsd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts