Luncurkan RDN Online, BSI Dorong Pertumbuhan Investor Syariah


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI meluncurkan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online syariah untuk memudahkan pembukaan rekening investor syariah di Tanah Air. Melalui peluncuran ini, BSI menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang menyediakan layanan RDN secara online.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, RDN Online Syariah karena memiliki potensi yang besar dan market yang luas. Di mana sebanyak kurang lebih 60% saham syariah atau yang dikategorikan saham syariah diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Melalui RDN Online Syariah yang pertama kali diluncurkan ini, mudah-mudahan dapat mendorong peningkatan investor pasar modal syariah di Indonesia,” kata Hery saat peluncuran.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menuturkan, pengguna RDN online itu baru 2,6%. Jadi kecil sekali, padahal potensinya besar.

Di samping itu, lanjut Anton, latar belakang peluncuran RDN Online adalah kebutuhan masyarakat yang serba digital, termasuk dalam layanan keuangan. Dalam hal ini, kata dia, masyarakat pun membutuhkan layanan yang lebih seamless dan lebih cepat.

“Makanya kemudian kita mengembangkan RDN online. Tapi ini baru tahap pertama. Jadi kita harus buka tahap berikutnya sehingga transaksi orang powerful lagi menggunakan platform ini,” tambah Anton.

Anton juga menyebut pihaknya menargetkan pertumbuhan nasabah sebesar tiga kali lipat melalui RDN Online BSI. Ini berarti, BSI menargetkan sebanyak 100 nasabah baru di 2024.

“Kalau saat ini punya 37 ribu nasabah RDN di kita. Tadi kita sempat sampaikan mungkin (pertumbuhan) bisa tiga kali lipat dari yang sekarang ada dalam setahun ke depan. Syukur-syukur bisa lebih. Rasanya kalau lihat animo masyarakat, bagaimana kolaborasi dengan sekuritas, rasanya targetnya bisa kita lewati,” tegas Anton.

Lebih lanjut dia menjelaskan keunggulan RDN Online syariah dari BSI yakni tanpa biaya administrasi, realtime update balance sehingga keuangan bisa terpantau, serta cepat dan mudah diakses.

“Ini hasil kita ketika melakukan tes, bisa 30 menit selesai. Tentu saja tergantung beberapa hal. Pertama kalau bicara online, sinyalnya bagus, upload dokumen terbaca atau tidak. Tapi itu tes kita hanya di angka 30 menit bisa terbentuk RDN online,” ungkap dia.

Diketahui investor saham syariah di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan investor pasar konvensional. Padahal Indonesia merupakan negara dengan negara muslim terbesar di dunia.

Berdasarkan data per November 2023 jumlah investor saham syariah sebanyak 136 ribu atau setara dengan 2,6% dari total investor pasar saham yang sebanyak 5 juta orang. Sementara data BEI mencatat, jumlah total investor pasar modal Indonesia 2023 mencapai lebih dari 12 juta orang.

Sebelumnya Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya menargetkan investor saham syariah hingga akhir 2024 dapat meroket hingga 1 juta orang. Optimisme tersebut karena Mandiri Sekuritas dan BRIS melakukan inovasi yang memudahkan para nasabah dapat melakukan transaksi saham syariah.

Dengan adanya kolaborasi ini, kata dia, nasabah dapat berinvestasi di pasar modal syariah dan menikmati kemudahan pembukaan Rekening Efek Syariah secara online dari Mandiri Sekuritas dan RDN Online syariah dari BSI.

“Mudah-mudahan target akhir tahun investor syariah di atas 1 juta. Maka BEI menyambut baik pengembangan pasar syariah berkelanjutan,” ujar dia.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Laba BSI Rp 4,2 Triliun per September 2023, Naik 31%

(rah/rah)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts