Kredit Tumbuh 10%-12% Tahun Ini


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini akan mencapai 10%–12% secara tahunan. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan optimistis tersebut sejalan dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. “BI akan terus jaga efektifitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, kementeria/lembaga dan perbankan serta pelaku usaha untuk dukung penyaluran kredit pembiayaan perbankan pada sketor-sektor yang berdaya ungkit besar untuk dukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Januari 2024, Rabu (17/1/2024).

Adapun Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 4,7%-5,5% pada tahun ini. 

Perry mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat ini ditopang oleh permintaan domestik, utamanya karena berlanjutnya pertumbuhan konsumsi masyarakat akibat dampak positif penyelenggaraan Pemilu 2024 dan peningkatan investasi, khususnya bangunan sejalan dengan proyek PSN dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Namun, kinerja ekspor belum kuat sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas,” katanya.

Sementara itu, BI melaporkan kredit perbankan sepanjang 2023 naik 10,38% secara tahunan (yoy). Angka ini berada dalam kisaran atas perkiraan Bank Indonesia.

Sebagai informasi BI menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 9%-11% yoy pada 2023.

Perry mengatakan pertumbuhan kredit sejalan dengan kinerja positif korporasi dan rumah tangga.

“Dari sisi penawaran peningkatan kredit didorong risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga baik termasuk dampak positif kebijakan likuiditas BI,” katanya.

Perry melanjutkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi dan modal kerja, masing-masing, tumbuh 12,26% yoy dan 10,05% yoy.

Sementara itu secara sektoral, pengangkutan jasa, perdagangan, serta listrik dan gas air menopang pertumbuhan kredit tahun lalu.

Adapun Perry merinci pembiayaan syariah per Desember 2023 tumbuh 15,8% yoydan kredit UMKMnaik 8,03% yoy.

Pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti oleh kredit bermasalah yang terjaga. Rasio nonperforming loan (NPL) gross per Desember 2023 sebesar 2,19% dan rasio NPL net 0,75%.

Sebelumnya, Otoritas JasaKeuanngan (OJK) memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini dapat mencapai dua digit. Hal ini berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) yang telah masuk.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pendorong pertumbuhan kredit tahun ini adalah sektor rumah tangga, perdangangan, dan industri pengolahan. “Ini sejalan kondisi makro ekonomi dan juga tetap tumbuh stabil sekitar 5% dengan ditopang permintaan konsumen yg masih cukup kuat,” katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Desember 2023, dikutip Rabu (17/1/2024).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Warga Perbatasan RI-Aussie Tukar Uang, Bawa Kardus & Kresek

(mkh/mkh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts