gep-indonesia.org

Kenali Skizofrenia, Penyakit Mental yang Dialami Aaron Carter

Jakarta, CNBC Indonesia – Penyanyi Aaron Carter ditemukan meninggal di bathtub kamar mandi rumahnya, Sabtu (5/11). Kematiannya disampaikan oleh sang kakak, Nick Carter melalui akun Instagram-nya.

Nick mengunggah foto-foto kenangan dengan Aaron Carter. Member Backstreet Boys itu juga mengaku akan sangat merindukan Aaron Carter.

“Hatiku hancur. Walaupun aku dan adikku punya hubungan yang rumit, tapi cintaku padanya tak pernah hilang,” tulis Nick Carter.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aku selalu berharap suatu saat ia akan berjalan ke arah yang lebih sehat dan menemukan bantuan yang sangat ia butuhkan. Kadang kita ingin menyalahkan seseorang atau sesuatu saat kehilangan orang yang kita cintai, tapi faktanya kecanduan dan gangguan mentalnya adalah penjahat yang sesungguhnya,” lanjutnya.

Sebelum meninggal, rupanya Aaron Carter diketahui memiliki masalah kecanduan narkoba dan sempat memulai program rawat jalan selama sebulan di pusat rehabilitasi Lionrock di Los Angeles pada September silam. Aaron Carter sendiri sempat mengaku blak-blakan bahwa dirinya tengah berjuang dengan sejumlah gangguan kesehatan mental, termasuk skizofrenia, kecemasan akut, dan depresi manik atau gangguan bipolar.

Apa Itu Skizofrenia?

Skizofrenia sendiri merupakan gangguan mental serius di mana orang menafsirkan realitas secara tidak normal. Skizofrenia dapat mengakibatkan beberapa kombinasi halusinasi, delusi, dan pemikiran serta perilaku yang sangat tidak teratur sampai mengganggu fungsi sehari-hari, hingga dapat membuat lumpuh.

Orang dengan skizofrenia membutuhkan perawatan seumur hidup. Perawatan dini dapat membantu mengendalikan gejala sebelum komplikasi serius berkembang dan dapat membantu meningkatkan pandangan jangka panjang.

Gejala Skizofrenia

Skizofrenia melibatkan berbagai masalah kognisi, perilaku dan emosi. Tanda dan gejala dapat bervariasi, namun biasanya melibatkan delusi, halusinasi atau bicara yang tidak teratur, dan mencerminkan gangguan kemampuan untuk berfungsi.

  • Delusi. Gejalanya termasuk kesulitan dalam membedakan mana hal nyata dan palsu. Misalnya, Anda berpikir bahwa Anda sedang disakiti atau dilecehkan atau Anda memiliki kemampuan atau ketenaran yang luar biasa.
  • Halusinasi. Gejala ini membuat Anda merasa melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada. Halusinasi dapat terjadi pada salah satu indra, tetapi mendengar suara adalah halusinasi yang paling umum.
  • Pikiran tidak teratur (ucapan).
  • Perilaku motorik yang sangat tidak teratur atau abnormal
  • Mengabaikan kebersihan pribadi atau tak menunjukkan emosi apapun.

Pada pria, gejala skizofrenia biasanya dimulai pada awal hingga pertengahan 20-an. Pada wanita, gejala biasanya dimulai pada akhir usia 20-an.

Sangat jarang anak-anak didiagnosis dengan skizofrenia dan jarang terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 45 tahun.

Gejala pada remaja

Gejala skizofrenia pada remaja mirip dengan orang dewasa, tetapi kondisinya mungkin lebih sulit dikenali. Ini karena beberapa gejala awal skizofrenia pada remaja umumnya mirip dengan gejala perkembangan khas selama masa remaja, seperti:

  • Menarik diri dari teman dan keluarga
  • Prestasi di sekolah menurun
  • Sulit tidur
  • Suasana hati yang tertekan
  • Kurang motivasi

Dibandingkan dengan gejala skizofrenia pada orang dewasa, remaja kecil kemungkinannya mengalami delusi. Mereka lebih cenderung mengalami halusinasi visual

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Exit mobile version