JSKY Potensi Delisting, Sahamnya Banyak Dipegang Kejagung & Mirae


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peringatan delisting kepada PT Sky Energy Indonesia Tbk. (JSKY). Artinya perusahaan tersebut sahamnya berpotensi dikeluarkan dari pasar modal Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, potensi delisting pasa saham JSKY yang masuk pada papan pemantauan khusus tertera pada pengumuman nursa No: Peng-SPT-00016/BEI.PP2/08-2022 tanggal 1 Agustus 2022 perihal penghentian sementara perdagangan efek.

Selain itu juga mengacu pada peraturan bursa Nomor I-I tentang penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa.

Bursa dapat menghapus saham perusahaan ercatat apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Selain itu, bursa dapat mengelurkan saham JSKY apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham Perseroan telah disuspensi selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 1 Agustus 2024,” tulis manajemen BEI, dikutip Jumat (2/2).

Pemegang saham JSKY saat ini digenggam oleh Kejaksaan Agung 20,50%, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia 10%, PT Trinitan Global Pasifik 4,52%, dan masyarakat sebanyak 64,98% atau setara 1,3 miliar lembar.

Mengutip RTI, saham JSKY berada di level Rp 52 per saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 105,6 miliar. Selain itu rmiten tersebut memiliki banyak tato di antaranya, M yaitu, penundaan pembayaran utang, L yaitu keterlambatan penyampaian laporan keuangan, Y yaitu belum menyelenggarakan RUPS Tahunan sampai dengan 6 bulan setelah tahun buku berakhir, dan X yaitu sahamnya dalam pemantauan khusus.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Emiten Ini Potensi Ditendang dari Bursa

(mkh/mkh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts