Ironi CPO, Dapat Kontrak Rp 40 T, Harga Malah Ambruk

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) anjlok di sesi awal perdagangan Senin (14/11/2022), setelah pekan lalu ambles hampir 2%.

Read More

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan ambruk 1,21% ke MYR 4.234/ton pada pukul 09:45 WIB.


Pada perdagangan akhir pekan lalu (11/11), minyak sawit berjangka ditutup melesat 2,68% menjadi MYR 4.287/ton (US$ 927,57/ton) didukung oleh lonjakan ekspor CPO Malaysia pada awal November 2022 dan rencana Indonesia untuk menaikkan harga referensi pajak ekspor. Namun, di sepanjang pekan lalu, harga CPO ambles 1,76%.

Surveyor Kargo memprediksikan bahwa ekspor CPO Malaysia periode 1-15 November 2022, melesat di kisaran 12,7%-33% jika dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu karena pengiriman ke India dan China meningkat.

Sementara itu, dari Tanah Air, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Farid Amir menyatakan rencananya untuk menetapkan harga referensi minyak sawit mentah lebih tinggi pada US$ 826,58/ton untuk pengiriman 16-30 November 2022.

Namun, analis memprediksikan rencana produsen CPO terbesar dunia yakni Indonesia akan mengurangi diskon pada CPO Indonesia. Di sisi lainnya, kebijakan tersebut juga akan meningkatkan harga CPO Malaysia.

“Pajak dan retribusi Indonesia yang lebih tinggi akan mengurangi diskon harga Indonesia. Ini akan membantu harga CPO Malaysia naik,” kata Pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Sathia Varqa dikutip Reuters.

Kabar baik juga datang dari dalam negeri, seperti yang diwartakan Reuters yakni sembilan perusahaan asal Indonesia pada Jumat (11/11) menandatangani kontrak untuk menjual 2,5 juta ton produk minyak sawit senilai US$ 2,6 miliar setara Rp 40,3 triliun (asumsi kurs Rp 15.439/US$) kepada 13 pembeli asal China.

Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke China pada Juli 2022 lalu. Pada saat itu, pemerintah China sepakat akan mengimpor tambahan 1 juta ton CPO Indonesia. Namun, belum jelas berapa lama kesepakatan itu akan dieksekusi.

Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan mengatakan ekspor ke China tidak akan mengganggu pasokan minyak goreng domestik karena pemerintah telah mengamanatkan eksportir untuk memasok pasar domestik untuk mendapatkan izin ekspor.

“Kewajiban pasar dalam negeri dan kewajiban harga domestik bagi produsen minyak goreng dan industri minyak sawit mentah tetap dilakukan untuk memastikan stabilnya pasokan bahan baku minyak goreng,” kata Zulkifli dalam keterangannya.

Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) memprediksikan harga minyak sawit kemungkinan akan diperdagangkan antara MYR 4.000-4.400/ton pada akhir Desember 2022. Sementara dalam jangka menengah, harga akan tetapi antara MYR 3.900-4.300/ton, tertekan oleh konflik Rusia-Ukraina dan pertumbuhan pasokan minyak sawit yang stabil.

TIM RISET CNBCINDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


China Lockdown Gede-gedean, Harga CPO Ambles 1% Lebih!

(aaf)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts