Inovasi dan Kolaborasi BCA Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta, CNBC Indonesia – Dengan terus melakukan inovasi dan kolaborasi yang tiada henti, PT. Bank Central Asia Tbk. atau BCA telah melakukan inisiatif-inisiatif yang diterapkan dalam menciptakan peluang baru untuk mengamankan pertumbuhan perusahaan di masa depan agar dapat memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan BCA.

Dengan strategi pertumbuhan yang sustainable, premium profitability dan strategi manajemen risiko yang sukses terus mengikuti tren yang sedang berlangsung di teknologi digital, perilaku konsumen serta lingkungan bisnis. Langkah tersebut berhasil menjadikan BCA terus berada pada posisi yang solid di industri perbankan nasional.

Read More

Hal ini tak lepas dari tinjauan yang terus dilakukan BCA secara efektif untuk memonitor indikator-indikator pendorong bisnis perusahaan, seperti indikator pencapaian bisnis, parameter risiko terutama risiko kredit dan risiko operasional, engagement dengan pelanggan, sosialisasi pengetahuan digital, dan keunggulan layanan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam mengkaji hasil sejumlah survei tingkat layanan, termasuk kualitas layanan cabang (Branch Service Quality/BSQ) dan tingkat layanan kredit (SLA).

Melansir dari data presentasi perusahaan kuartal III-2022, kinerja BCA terus terjaga solid didukung oleh kebijakan moneter Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga BI7DRR di tengah ketidakpastian ekonomi pada tahun ini. BCA terus melakukan langkah yang strategis untuk memanfaatkan momentum.

Ini dibuktikan oleh pertumbuhan kinerja di berbagai segmen bisnis BCA. Kinerja Bisnis Perbankan Transaksi menjadi salah satu penggerak utama kinerja BCA di kuartal III-2022. Dengan Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 15,1% mencapai Rp830,4 triliun, berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik 11%, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 10,2% mencapai Rp1.288,7 triliun. 


Solidnya pendanaan CASA ditopang oleh kepercayaan nasabah, serta kemudahan dan keandalan bertransaksi. Dalam mengembangkan platform perbankan transaksi, BCA memperkuat ekspansi ekosistem digital melalui kolaborasi dengan mitra strategis serta melakukan berbagai inovasi layanan digital. Mengikuti total volume transaksi yang naik 49%, terutama didukung oleh transaksi pada mobile banking yang tumbuh sebesar 39,1%. Hal ini selaras dengan kenaikan jumlah rekening nasabah BCA sebesar 16,4% mencapai 28,5 juta di akhir tahun 2021, yang sebagian besar berasal dari layanan pembukaan rekening secara online.

Kemudian, dalam penyaluran kredit baru pada segmen korporasi tumbuh sebesar 13,4% menjadi Rp306 triliun dibandingkan level tahun sebelumnya. Yang menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA yakni sektor usaha minyak nabati/hewani, transportasi, telekomunikasi, dan infrastruktur. Maka dari itu, BCA terus membangun hubungan baik dengan nasabah melalui pendekatan “customer-centric approach” untuk memberikan solusi keuangan secara menyeluruh.

Di tengah keadaan ekonomi yang masih penuh dengan ketidakpastian. Per kuartal III-2022 kredit komersial dan UKM mengalami pertumbuhan sebesar 12,6% year-on-year menjadi Rp 164,9 triliun. Hal ini didorong, langkah BCA dalam mengembangkan sejumlah produk dan program seperti pinjaman multiguna, pembiayaan merchant BCA, dan kredit kemitraan.

BCA juga mengembangkan sejumlah program kredit lainnya yang bertujuan untuk mendorong penggunaan fasilitas dengan skema jangka waktu tertentu yang dikombinasikan dengan suku bunga kompetitif bagi pelaku usaha. Dalam upaya memberikan solusi yang komprehensif kepada para nasabah baik komersial dan UKM, BCA juga menyediakan solusi pembayaran yang didukung oleh infrastruktur end-to-end secara digital dan terintegrasi dengan ekosistem nasabah.

Begitupun dengan Segmen Perbankan Individu terus bertumbuh sejalan dengan peningkatan populasi kelas menengah Indonesia. Kinerja Perbankan Individu terus bertumbuh, ditopang oleh kredit konsumer serta produk wealth management. Untuk mendorong kredit konsumer, BCA berinisiatif dengan menggelar sejumlah event virtual seperti BCA Online Expoversary, KPR BCA ONLINEXPO, dan KKB BCA Virtual Mall.

BCA berhasil mempertahankan posisinya sebagai yang terdepan dalam tren dan pengembangan perbankan melalui inovasi berkelanjutan dan dengan pemetaan wilayah potensial, maupun pengembangan program akuisisi yang atraktif, serta peningkatan efisiensi dan efektivitas proses akuisisi.

BCA terus tumbuh dengan sustain tahun ini. BCA menjadi bank dengan pertumbuhan aset paling pesat. Meski tumbuh kencang, rasio ROA tetap menjadi yang paling tinggi di level 3,4%. Begitu juga dengan rasio ROE tetap paling tinggi mencapai 23%.


bca

Di sisi lain BBCA juga sukses menjaga kualitas aset terbukti dari rasio NPL terendah mendekati 2% dengan NPL Coverage yang terus bertumbuh hingga hampir mencapai 248% melalui strategi pengelolaan risiko yang prudent.


bca

Lewat strategi pertumbuhan yang sustainable, premium profitability dan strategi manajemen risiko yang sukses, kini BCA menjadi saham dengan market cap tertinggi di Indonesia lebuh dari Rp 1.000 triliun dan layak dinobatkan sebagai “Most Valuable Bank” dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2022.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Mega Capital Sekuritas Raih Best Online Trading Apps

(pap/pap)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts