Incar Pasar Asia Pasifik, PIS Kian Ekspansif di Singapura


Read More

Singapura, CNBC Indonesia – PT Pertamina International Shipping (PIS) memperluas jangkauan pasarnya, dengan melakukan ekspansi ke market Asia Pasifik. Hal ini ditandai dengan peresmian kantor baru Pertamina International Shipping Asia Pacific di Singapura.

Chief Executive Officer (CEO) PIS, Yoki Firnandi mengatakan, ini bagian dari strategi perusahaannya untuk jangka panjang. Ke depan, pihaknya ingin mengelola bisnis di Asia Pasifik melalui kantor hub-nya di Singapura ini.

“Kami mendapatkan mandat yang jelas dari pemegang saham, tidak hanya sebagai enabler dari bisnis Pertamina Group, tapi juga kami bisa terus bertumbuh menjadi salah satu yang terbaik di bidang ini, di global,” tegas Yoki.

Sebab, jika hanya mengandalkan bisnis di Indonesia, pertumbuhannya tidak bisa sepesat sekarang. Di sisi lain, PIS dikatakan punya kelebihan modal yang cukup baik, resources, serta dukungan yang luar biasa dari mitra-mitra kelas dunia, seperti asosiasi pemilik kapal, perbankan.

“Bagaimana kami melihat ke depan, tentunya sektor shipping apalagi energi sangat sensitif terhadap perekonomian dunia. Tapi kami melihat bisnis ini pasca pandemi sudah mulai recovery dan dengan modal yang kami miliki harusnya bisa kita manfaatkan,” ungkap Yoki.

Pencapaian laba bersih PIS di 2023 sendiri dikatakan mencapai lebih dari US$300 juta, yang mana tumbuh 300% dibanding tahun sebelumnya. Sementara dari sisi pendapatan diperkirakan mencapai US$3,3 miliar.

Menanggapi peresmian dan pencapaian PIS di Singapura, Minister for Transport and Second Minister for Finance, Hong Tat Chee mengungkapkan, sebagai global hub port dan pusat maritim internasional, Singapura selalu terbuka dengan perusahaan, talenta dan ide-ide dari perusahaan kelas dunia.

“Termasuk dari teman dekat kami di ASEAN. Kolaborasi yang kita lakukan sama-sama menguntungkan bagi pertumbuhan dan kesejahteraan di kawasan kita. Operasional bisnis Pertamina di Singapura terus berkembang secara ekspansif sejak 2018,” tutur Hong.

Pihaknya juga menantikan kerja sama yang lebih luas lagi, tidak hanya dalam hal tradisional bisnis, namun juga dari segi bidang baru seperti, digitalisasi, dekarbonisasi dan juga pengembangan sumber daya manusia.

Di sisi lain, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo mengaku sangat bangga telah menjadi bagian dari pencapaian PIS, yang merupakan salah satu sub holding Pertamina, yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar di Indonesia.

“Kami sangat mendukung setiap perusahaan Indonesia yang ingin mengembangkan bisnisnya di Singapura. Kami juga terus memfasilitasi dan mendorong agar perusahaan-perusahaan lain juga bisa melakukan hal yang serupa ke depannya,” tutup Suryo.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Mau Bisnis SPBU Pertamina? Ini Syarat, Modal dan Cuannya

(ayh/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts