Harga Pertalite Bisa Turun Nih! Segini Harga Keekonomiannya

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia turun ke level terendah dalam setahun yakni sekitar US$70 per barel. Melandainya harga minyak dunia seharusnya bisa menjadi momentum untuk menurunkan harga bensin yang dipengaruhi oleh gerak minyak dunia.

Read More

Pada perdagangan Jumat (9/12/2022) harga acuan minyak dunia Brent tercatat US$76,1 per barel, posisi terendah pada 2022. Sementara jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$71.02 per barel.



Harga minyak mentah telah jatuh 45% sejak mencapai harga tertinggi pada tahun ini pada Maret 2022. Saat itu Brent menyentuh US$139 per barel dan WTI US$117 per barel.

Tren turun harga minyak mentah dunia pun berpengaruh terhadap Rata-rata ICP (Indonesia Crude Price) minyak mentah Indonesia. Selama November 2022 ICP turun menjadi US$87,5per barel dari US$89,1per barel pada bulan sebelumnya.

Sayangnya penurunan harga minyak ke level terendah ini belut diiringi oleh penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Terutama jenis BBM khusus penugasan (JBKP) seperti Pertalite yang konsumsinya lebih dari 70% dari total konsumsi seluruh BBM masyarakat.

Saat ini RON90 atau Pertalite dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Harga ini naik pada September 2022 dari harga sebelumnya Rp7.650 per liter. Penyebabnya adalah harga minyak dunia berada di level US$100 per barel.

Lalu Berapa Harga Keekonomian Pertalite Sekarang?

Perhitungan harga keekonomian bensin didasarkan pada formula Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62.K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Mengutip Lampiran Kepmen ESDM No.62 Tahun 2020, Pertalite atau jenis Bensin RON 90, didasarkan pada harga publikasi MOPS atau Argus jenis Mogas 92 dengan formula 99,21% (sembilan puluh sembilan koma dua puluh satu persen) kali MOPS atau Argus Mogas 92.

Sementara formula untuk jenis Bensin di bawah RON 95 dan jenis Minyak Solar ON 48 dengan rumus sebagai berikut: Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus + Rp1.8OO/liter + Margin (10% dari harga dasar).

Jika harga rata-rata Argus Mogas 92 sebesar US$70 per barel dengan periode dengan rata-rata kurs yakni Rp15.650 per dolar. Maka harga dasar bensin Pertalite sebesar Rp9.320 per liter. Harga tersebut belum termasuk PPn sebesar 11% dan PBBKB 5%. Jika dihitung harga keekonomian Pertalite saat ini sekitar Rp10.400 per liter.

Artinya dengan harga saat ini subsidi bensin berkisar Rp400 per liter, jauh dari subsidi sebelumnya yang hingga Rp10.000 per liter saat harga keekonomian mencapai Rp17.000 per liter. Sehingga masih ada ruang untuk penurunan harga Pertalite.

TIM RISET CNBC INDONESIA


Artikel Selanjutnya


Q2-2022, Laba Saudi Aramco Melonjak Hingga 90%

(ras/ras)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts