Harga Emas Dunia Sepekan: Naik Adalah Jalan Ninjaku!

Jakarta, CNBC IndonesiaEmas dunia mampu mencatatkan kinerja yang begitu cemerlang pekan ini, dengan apresiasi 5,38% sepekan. Penguatan harga emas dunia pekan ini terjadi di tengah kabar bahwa The Fed akan mengendurkan suku bunga. Emas pun terus merangkak naik.

Read More

Performa gemilang emas dalam sepekan terakhir memang terbilang luar biasa. Pada perdagangan Jumat (11/11/2022) sebagai puncaknya, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,91% ke US$ 1.770,69 per troy ons.

Penguatan mampu memangkas kerugian setelah sang logam mulai tampil buruk beberapa waktu belakangan. Dengan ini dalam sebulan, harga emas juga melesat 8,2% sementara dalam setahun masih anjlok 3,16%.



Melesatnya emas tidak bisa dilepaskan dari kabar baik inflasi AS. Inflasi AS tercatat 0,4% (month-to-month/mtm) dan 7,7%(year-on-year/yoy). Inflasi tersebut lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi AS akan menyentuh 0,6% (mtm) dan 7,9% (yoy).

Inflasi AS yang menyentuh 7,7% (yoy) adalah yang terendah sejak Januari 2022. Melandainya inflasi AS semakin menguatkan harapan jika bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan. Terlebih, tingkat pengangguran AS juga naik ke 3,7% pada Oktober.

“Saat inflasi melandai tentu saja ada harapan The Fed akan melonggarkan kebijakan. Tekanan terhadap emas yang sangat berat dalam beberapa bulan terakhir pun mengendur. Emas kini siap merangkak naik,” tutur David Meger, analis High Ridge Futures, dikutip dariĀ Reuters.

Di sisi lain, analis OANDA, Edward Moya, juga memperkirakan “masa gelap” emas mungkin berakhir dengan melandainya inflasi AS. Harga emas diperkirakan akan terus naik hingga menembus level psikologi US$ 1.800 per troy ons.

“Pelaku pasar kini percaya diri jika The Fed akan melonggarkan kebijakan dan kebijakan ketat akan berakhir pada Maret tahun depan. Kondisi ini memberi jalan bagi emas untuk terus menguat,” tutur Moya.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, probabilitas suku bunga naik 50 basis poin menjadi 4,25% – 4,5% pada Desember kini sebesar 90%, naik jauh dari hari sebelumnya 56%.

Meski demikian, Presiden The Fed wilayah San Fransisco, Mary Daly mengatakan data inflasi tersebut memang kabar bagus, tetapi masih jauh dari kemenangan.

Beberapa pejabat The Fed juga menyambut baik rilis inflasi tersebut, tetapi Presiden The Fed wilayah Dallas, Lorie Logan mengatakan suku bunga masih akan tetapi dinaikkan, meski dalam laju yang lebih lambat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


Artikel Selanjutnya


Harga Emas Merosot Terus Nih, Ambles 4 Pekan Beruntun

(aum/aum)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts