Gara-gara Upaya Blackrock Ini, Pasar Kripto Pesta Pora

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto berbahagia dengan kenaikan serentak dalam 24 jam terakhir di tengah katalis menjelang akhir tahun terkait narasi ETF Bitcoin Spot.

Read More

Merujuk dari CoinMarketCap pada Rabu (9/8/2023) pukul 09.32 WIB, mayoritas kripto mengalami penguatan. Bitcoin naik 1,85% ke US$29.698,43 dan secara mingguan melemah tipis 0,57%.

Ethereum terapresiasi 1,47% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir turun tipis 0,76%.

XRP menguat 3,41% secara harian dan dalam sepekan masih ambles 8,87%.

Begitu pula dengan Solana yang terbang 5,03% dalam 24 jam terakhir dan secara mingguan naik 1,17%.



CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital juga menunjukkan kenaikan 2,16% ke angka 1.275,93. Open interest menguat 3,59% di angka US$28,21 miliar.

Dilansir dari Coindesk.com, Billionaire private equity titan David Rubenstein percaya Bitcoin akan berkembang karena ada ketertarikan dari institusi seperti Blackrock perihal ETH Bitcoin Spot serta permintaan global yang ingin membetuk uang yang tidak dapat dikendalikan pemerintah.

“Banyak orang di seluruh dunia ingin dapat berdagang dalam mata uang yang pemerintah mereka tidak dapat mengetahui apa yang mereka miliki dan mereka ingin dapat memindahkannya dengan benar atau salah, jadi menurut saya Bitcoin tidak akan hilang,” katanya saat tampil di Bloomberg TV.

CEO Blackrock Larry Fink mengatakan bahwa mereka akan memiliki ETF jika disetujui oleh pemerintah dalam bentuk Bitcoin.

Awal bulan lalu dalam interview dengan Fox Business, Larry Fink menyatakan kripto khususnya Bitcoin akan bisa merevolusi sistem keuangan. 

Meski demikian, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah berulang kali menolak berbagai manajer investasi untuk mendaftarkan ETF (Exchange Traded Fund) kripto, seperti ARK Invest, Fidelity, Invesco, WisdomTree, dan banyak lainnya.

BlackRock sendirir telah mengajukan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) pada 16 Juni untuk ETF bitcoin, namun urung mendapat restu untuk memasarkan produk ETF Bitcoin. Komisi Bursa dan Sekuritas AS (SEC/Securities and Exchange Commission) mengatakan bahwa pengajuan ETF bitcoin saat ini “tidak memadai.”

Untuk diketahui, volatilitas Bitcoin terus berada pada rekor terendah dan akhirnya menunjukkan rebound, Vivien Fang, kepala produk perdagangan di Bybit.

Angka US$30.000 pada Bitcoin merupakan angka kritikal dan konsensus memperkirakan level US$40.000 merupakan level signifikan berikutnya.

Meskipun begitu, masih ada potensi tinggi untuk lonjakan volatilitas karena kejadian penurunan terkait makro yang secara tak terduga dapat berdampak pada pasar.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Koin Kripto Ini Terbang 237% Seminggu, Bitcoin Malah Anjlok

(rev/rev)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts