ESDM Setujui Rencana Kerja Tambang Batu Bara BUMI 2024-2026


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan milik Grup Bakrie yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengonfirmasi telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) periode 2024-2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, persetujuan tersebut khususnya diberikan untuk dua Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) anak usaha BUMI, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (AI).

“Bumi telah mendapat persetujuan RKAB untuk 2 IUPK KPC dan Arutmin periode 2024-2026,” ungkap Dileep kepada CNBC Indonesia, Selasa (02/01/2024).

Menurut Dileep, pedoman produksi batu bara untuk tahun 2024 sejatinya belum selesai. Namun demikian, volume produksi batu bara pada 2024 ini diperkirakan sekitar 80 juta metrik ton yang berasal dari KPC dan Arutmin.

“Lebih tinggi dari tahun 2023 dan jauh lebih tinggi dari tahun 2022,” kata dia.

Direktur BUMI Andrew Beckham sempat menyebut, BUMI akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 40 juta hingga US$ 80 juta atau Rp 621,64 miliar hingga Rp 1,24 triliun pada 2024 (dengan kurs acuan Rp 15.538 per US$).

“Dan biasanya belanja modal antara US$ 0,5 hingga US$ 1 per ton batu bara. Jadi belanja modal sekitar US$ 40 juta hingga US$ 80 juta di tahun depan seharusnya cukup,” ujarnya di gedung Bakrie Tower Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Menurutnya, BUMI masih memiliki cadangan batu bara dan kapasitas yang cukup baik di PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Idaman Dari Masa ke Masa, Konglomerat Ini Miliki Saham BUMI

(wia)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts