Duh, Saham ZATA Milik Sultan Subang & AA Gym ARB Lagi Nih!

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten fesyen muslim yakni PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) terpantau kembali ambles dan menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan sesi I Jumat (20/1/2023).

Read More

Per pukul 09:57 WIB, saham ZATA ambles 6,17% ke posisi Rp 76/saham. Bahkan, saham ZATA pun sudah menyentuh ARB-nya lagi pada pagi hari ini.

Saham ZATA sudah ditransaksikan sebanyak 232 kali dengan volume sebesar 2,95 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 224,6 juta.

Hingga pukul 09:57 WIB, ada 2,66 juta lot antrian jual di order offer atau jual pada harga Rp 76/saham. Namun di order bid atau beli, belum ada lagi antrian yang tertera, menandakan bahwa saham ZATA sudah menyentuh ARB.

Kabar dari ZATA yang belum membayarkan utang kepada PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) masih menjadi perhatian investor hingga hari ini.

Berdasarkan laporan manajemen terkait penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), ZATA belum membayarkan utang sebesar Rp 22,21 miliar kepada AGRO.

Padahal saat penggalangan dana, manajemen ZATA telah menyampaikan bahwa perseroan telah mengalokasikan dananya untuk membayar kewajiban, salah satunya kepada AGRO.

Bahkan, manajemen AGRO pun menyembut pihaknya tengah menjalin komunikasi terhadap emiten fesyen muslim Ustadz AA Gym ini, agar ZATA dapat memenuhi komitmennya. Diketahui, Ustadz AA Gym atau Abdullah Gymnastiar merupakan komisaris independen ZATA.

Sebelumnya, ZATA baru-baru ini melaporkan penggunaan IPO setelah meraup dana sebesar Rp 170 miliar. Adapun, hingga saat ini dana yang dilaporkan telah digunakan senilai Rp 143,52 miliar.

Terkait rincian penggunaan dana diantaranya sebanyak Rp 4,25 miliar untuk biaya penawaran umum, Rp 114,72 miliar untuk penyetoran modal entitas anak ZATA dan sebanyak Rp 28,8 miliar untuk menyetor modal entitas anak PT BDM. Sehingga perseroan mencatat masih menampung sisa hasil IPO senilai Rp 22,218 miliar.

Adapun besaran pinjaman awal yang diberikan AGRO kepada ZATA diketahui sebesar Rp 10 miliar per 30 September 2022.

Sementara itu, per tanggal jatuh tempo pada 29 Desember 2022, plafon awal pinjaman ZATA kepada AGRO dilaporkan sebesar Rp 14,9 miliar dengan masing-masing bunga sebesar 11%.

Di lain sisi, ada kabar terbaru di mana pengendali saham ZATA yakni PT Lembur Sadaya Investama (LSI) kembali mengurangi porsi kepemilikannya.

Kali ini, LSI melepas sebanyak 720 juta lembar. Transaksi itu, difasilitasi Royal Investium Sekuritas, dan UOB Kay Hian Sekuritas.

Dengan pelaksanaan transaksi itu, tabulasi saham LSI menjadi 5,28 miliar lembar saham atau setara dengan 62,22%. dari sebelumnya transaksi dengan donasi tidak kurang dari 6 miliar lembar saham atau setara dengan porsi kepemilikan 70,69%.

Sayangnya, transaksi LSI tersebut tidak didukung data memadai. Baik dari sisi harga pelaksanaan, nilai jual beli, dan tujuan dari transaksi tersebut juga masih tersembunyi. Sekadar informasi, LSI di bawah kendali Asep Sulaeman Sabanda melalui Sabanda Karunia Lestari (SKL).

Adapun Asep Sulaeman Sabanda merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ihya Subang, Jawa Barat.

Sanggahan: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kisah ZATA Dari Hanya 4 Wanita Hingga IPO

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts