Dolar Makin Perkasa, Rupiah Melemah 3 Hari Beruntun


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah kuatnya indeks dolar AS (DXY) yang terus merangkak naik beberapa hari terakhir.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah di angka Rp15.485/US$ atau terdepresiasi 0,06%. Pelemahan ini telah terjadi selama tiga hari beruntun sejak 2 Januari 2024.

Sementara DXY pada pukul 14.53 WIB turun 0,21% menjadi 102,27. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan Rabu (3/1/2024) yang berada di angka 102,49.


Rupiah ditutup melemah hari ini di tengah menguatnya DXY empat hari beruntun sejak 28 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024.

Apresiasi yang terjadi terhadap DXY ini berdampak negatif mata uang lainnya termasuk rupiah.

Penguatan DXY ini terjadi di tengah data Institute for Supply Management (ISM) melaporkan PMI manufaktur AS meningkat menjadi 47,4 periode Desember 2023, naik tipis dari periode November dan Oktober yang berada di angka di 46,7.

Hal ini menjadi adalah bulan ke-14 berturut-turut dimana PMI berada di bawah 50, yang mengindikasikan adanya kontraksi di sektor manufaktur. Ini merupakan bentangan terpanjang sejak periode Agustus 2000 hingga Januari 2002.

Data menunjukkan bahwa manufaktur yang menyumbang 10,3% perekonomian AS, sedang berjalan lamban. Pesanan untuk barang-barang manufaktur yang tahan lama meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun di bulan November. Meskipun produksi pabrik melemah, besarnya penurunan tersebut semakin mengecil dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, hasil Federal Open Meeting Committee (FOMC) minutes dini hari tadi masih belum memberikan kepastian yang jelas perihal kapan suku bunga bank sentral AS (The Fed) dipangkas.

Seperti diketahui, The Fed menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,5% pada pertemuan Desember 2023. Pejabat The Fed menilai sudah ada kemajuan dalam upaya mereka menekan inflasi. Faktor gangguan pasokan yang selama ini membuat inflasi melonjak sudah mulai memudar.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Rupiah Terkena Efek The Fed, Bikin Dolar Tembus Rp 15.500

(rev/rev)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts