Data BI Ditunggu Pelaku Pasar, Dolar Turun Tipis ke Rp15.715


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap wait and see pelaku pasar perihal data cadangan devisa (cadev) yang akan dirilis Bank Indonesia (BI) pagi ini.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,06% di angka Rp15.715/US$. Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan yang terjadi kemarin (6/2/2024) sebesar 0,16%.

Sementara DXY pada pukul 8.57 WIB melemah di angka 104,09 atau turun 0,12%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,21.



Hari ini BI akan merilis data cadev untuk Januari 2024. Menarik ditunggu apakah cadev akan kembali meloncat seperti pada Desember 2023.

Sebagai catatan, cadev melonjak menjadi US$146,4 miliar pada Desember 2023 dari US$138,1 miliar pada November 2023. Kendati demikian, kenaikan cadev Desember lebih disebabkan karena ada penarikan utang luar negeri.

Jika data cadev masih cukup tinggi, hal ini akan menjadi angin segar bagi mata uang Garuda karena cadev dapat dimanfaatkan sebagai bantalan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Selain itu, pekan ini juga menjadi pekan terakhir kampanye pemilihan presiden (pilpres) sebelum masa tenang di 11-13 Februari 2024.

Pasar masih khawatir apakah akan terjadi situasi politik yang cukup panas atau tidak di momen akhir kampanye ini.

Jika situasi politik semakin memanas, maka hal ini akan dapat berdampak buruk bagi perspektif investor asing melihat kondisi di Tanah Air.

Alhasil, tekanan jual di pasar keuangan domestik dapat terjadi yang berujung pada pelemahan rupiah.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Awali Tahun 2024, Rupiah Dibuka Melemah Tembus Rp15.400/US$

(rev/rev)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts