Daftar Terbaru 10 Manusia Terkaya RI, Harta Nomor 2 Melejit

Jakarta, CNBC Indonesia – Forbes setiap tahunnya memperbaharui daftar 50 manusia terkaya di Indonesia. Dalam edisi terbaru ini, setidaknya 22 taipan Indonesia mengalami kenaikan kekayaan bersihnya.

Dilansir dari laman resminya, total aset konglomerat Indonesia naik 11% mencapai rekor US$180 miliar dari US$162 miliar tahun lalu. Kekayaan konglomerat pengekspor komoditas tumbuh, sedangkan optimisme ekonomi Indonesia naik menjadi 5,3% pada 2022 dari 3,7% pada 2021.

Read More

Namun, kecepatan ini telah diredam oleh percepatan inflasi. Namun tidak di pasar saham, tempat indeks saham utama di Indonesia naik 8% sejak pengukuran kekayaan terakhir.

Adapun kekayaan bersih minimum tahun ini adalah US$885 juta, angka ini mengalami kenaikan dari yang sebelumnya di tahun 2021 adalah US$695 juta.

10 Orang Terkaya Indonesia

Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia:

1. R. Budi & Michael Hartono dengan kekayaan US$47,7 miliar
2. Low Tuck Kwong mencapai US$ 12,1 miliar
3. Keluarga Widjaja mencapai US$ 10,8 miliar
4. Sri Prakash Lohia mencapai US$ 7,7 miliar
5. Anthoni Salim mencapai US$ 7,5 miliar
6. Chairul Tanjung mencapai US$ 5,2 miliar
7. Prajogo Pangestu mencapai US$ 5,1 miliar
8. Boenjamin Setiawan mencapai US$4,8 miliar
9. Tahir mencapai US$ 4,2 miliar
10. Djoko Susanto mencapai US$ 4,1 miliar


Foto: Ilustrasi Duo Hartono

Dua bersaudara, R. Budi dan Michael Hartono, terus memimpin dan menjadi konglomerat terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$47,7 miliar, naik dari US$5,1 miliar tahun lalu. PT Global Digital Niaga Tbk adalah pendorong utama pertumbuhan aktif mereka.

Perusahaan induk raksasa e-commerce Blibli berhasil mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2022, menghimpun dana baru sebesar Rp 8 triliun (US$510 juta). Hit itu juga merupakan IPO terbesar kedua di RI pada tahun ini.

Selain itu, kenaikan harga batu bara di tengah krisis energi global mendorong Low Tuck Kwong ke posisi kedua, dengan kekayaannya hampir berlipat ganda menjadi US$12,1 miliar. Hal ini mengakibatkan investasinya di Bayan Resources berkurang.

Penambang batu bara terbesar keempat di negara itu, menjadikannya pemenang terbesar tahun ini, baik dalam persentase maupun dalam dolar. Kekayaannya meningkat sebesar US$9,55 miliar dari US2,55 miliar tahun yang lalu. Low juga muncul di sampul majalah Forbes Asia edisi Desember.

Kemudian keluarga Widjaja dari grup Sinar Mas, yang jatuh merosot ke No 3. Namun, kebangkitan bisnis kertas grup tersebut membantu meningkatkan kekayaannya sebesar US$1,1 miliar menjadi US$10,8 miliar.


Low Tuck Kwong (Ist Forbes.com)Foto: Low Tuck Kwong (Ist Forbes.com)

Sementara itu, Sri Prakash Lohia dari Indorama Corp berada di urutan ke-4 dengan kekayaannya meningkat sebesar US$1,5 miliar menjadi US$7,7 miliar. Melengkapi lima besar adalah Anthoni Salim dari Grup Salim, yang kekayaan bersihnya turun US$1 miliar menjadi US$7,5 miliar.

Setengah lusin pemenang dalam daftar tahun ini menghasilkan pendapatan lebih dari US$1 miliar. Faktanya, ada pengusaha yang total kekayaannya lebih dari US$46 miliar dari 41 tahun lalu.

Djoko Susanto berada di peringkat ke-10 sejak lahir dengan kekayaan bersih US$4,1 miliar. Kekayaannya meningkat lebih dari dua kali lipat setelah memperluas jaringan toko serba ada Alfamart. Susanto masuk sepuluh besar untuk pertama kalinya.

Veteran perbankan Jerry Ng menempati urutan ke-35 dengan kekayaan US$1,2 miliar. Saham Bank Jago turun dari level tertingginya karena investor menganggap pemberi pinjaman dinilai terlalu tinggi.

Kemudian, pajak tembakau yang lebih tinggi juga mendorong kekayaan pengusaha tembakau Susilo Wonowidjojo dari US$1,3 miliar menjadi US$3,5 miliar di urutan ke-14.

Keenam pendatang baru dalam daftar tahun ini adalah miliarder yang memiliki ikatan dengan industri batu bara. Di antara mereka, Dewi Kam berada di urutan ke-21, di mana 10% sahamnya di Bayan Resources menjadikannya pendatang baru terkaya dengan US$2 miliar. Di urutan ke-41 adalah Ghan Djoe Hiang dengan kekayaan US$1,07 miliar.

Selain itu, pemilik Baramulti Group yang didirikan oleh mendiang suaminya Athanasius Tossin Suharya dan Eddy Sugianto Gang ini menempati urutan ke-32 dengan kekayaan sebesar US$1,27 miliar.

Selain itu, investasi tahun lalu di Cisarua Mountain Dairy, sebuah perusahaan susu dan makanan olahan yang lebih dikenal sebagai Cimory, membuat Bambang Sutantio memulai debutnya di No. 24 dengan US$1,85 miliar.

Terakhir dalam daftar, juga ada Manoj Punjabi di No. 43 dengan kekayaan bersih US$1,05 miliar dari MD Pictures. Sedangkan Haryanto Tjiptodihardjo menempati nomor urut 45, dan kekayaan Impack Pratama Industri US$1,02 miliar.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Deretan Orang Terkaya Paling Muda di RI, Hartanya Triliunan

(dem)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts