Cuan dari Saham, Ini Hitung-Hitungan Zakatnya


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat beragama muslim memiliki kewajiban membayar zakat. Hal itu telah ditetapkan dalam Alquran, Sunnah nabi dan ijma para ulama. Zakat juga merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam.

Kini, umat muslim yang berinvestasi di instrumen pasar saham juga dapat mengalokasikan dana zakat melalui zakat saham. Zakat saham adalah zakat yang dilakukan atas kepemilikan saham atau surat bukti persero dalam suatu perusahaan terbatas (PT), sesuai dengan nilai dan jumlah lembar sahamnya.

Mengutip laman resmi Baznas, zakat saham wajib ditunaikan jika total harga saham bersama dengan keuntungan investasi (Dividen) sudah mencapai nisab dan sudah mencapai haul.

Selain itu, zakat saham yang hendak dibayarkan oleh muzaki (pembayar zakat) dilakukan dalam bentuk saham yang ada di Daftar Efek Syariah (DES). Jika saham tidak tercantum dalam DES, namun bisnis utama saham penerbit tidak bertentangan dengan prinsip syariah, maka hanya dapat diterima sebagai sedekah/infak.

Cara Menghitung

Adapun cara menghitung zakat saham dapat dimulai dengan mengetahui batas nisabnya. Nisab zakat saham sama nilainya dengan nisab zakat maal yaitu setara dengan 85 gram emas dengan kadar zakat 2,5% dan sudah mencapai satu tahun atau telah mencapai haul.

Dalam praktiknya, zakat saham ini biasanya dilakukan setiap akhir tahun. Saham yang akan dikeluarkan zakatnya akan dinilai berdasarkan harga pasar/Bursa Saham, bukan berdasarkan harga pada waktu membelinya. Adapun cara menghitung zakat saham sebagai berikut:

2,5% x (Capital Gain + Dividen)

Investor perlu mengetahui apakah total asset account-nya sudah mencapai nisab atau belum. Jika sudah, maka Investor bisa menghitung berapa jumlah yang akan dizakati dalam bentuk satuan lot dengan rumus sebagai berikut:

Nominal zakat dalam rupiah: (harga pasar/lembar x 100 lembar)

Simak ulasan contoh perhitungan zakat saham di bawah ini:

Bapak A selama 1 tahun penuh memiliki total aset senilai Rp 100.000.000. Jika harga emas saat ini Rp 923.000/gram, maka nishab zakat senilai Rp78.455.000. Dengan demikian Bapak A sudah wajib zakat. Zakat maal yang perlu Bapak A tunaikan sebesar 2,5% x Rp 100.000.000 = Rp 2.500.000,-.

Cara perhitungan dan pemindahbukuan portofolio saham:

Bapak A memiliki saham tertentu sebanyak 100 lot dimana harga pasar/lembar sebesar Rp 645 (1 lot sama dengan 100 lembar). Nilai zakat Bapak A dalam saham adalah Rp2.500.000 : (Rp 645 x 100 lembar)=38,75 lot/pembulatan menjadi 39 lot. Untuk itu, Bapak A harus memindahkan 39 lot sahamnya sebagai zakat saham.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Sukses Lunasi Utang Jumbo, Saham BUMI Siap Terbang?

(mkh/mkh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts