Bursa AS Anjlok, Menanti Rilis Laba Perusahaan Raksasa Tech

Jakarta, CNBC IndonesiaBursa saham Amerika Serikat (AS) belum banyak bergerak pada perdagangan Selasa (25/4/2023). Para pelaku pasar sedang menilai kinerja beberapa rilis data perusahaan besar, sembari menanti rilis pendapatan raksasa teknologi lainnya.

Read More

Indeks Dow Jones dan S&P 500 dibuka melemah masing-masing 0,3% dan 0,7%. Nasdaq turun 0,89%.

Microsoft dan Alphabet dijadwalkan untuk melaporkan pada hari ini, Selasa (25/4/2023), yang pertama dari beberapa nama perusahaan teknologi besar pada minggu ini. Namun, saham-saham tersebut seperti sedang dalam kesulitan, menurut George Ball, ketua Sanders Morris Harris.

Harris juga menyatakan teknologi kapitalisasi besar mungkin tidak menjadi pemimpin pasar di sisa tahun ini setelah reli awal 2023.

Saham Alphabet turun sedikit lebih dulu sebelum pendapatan induk Google setelah penutupan bursa. Perusahaan telah mengalami penurunan pendapatan, kehilangan estimasi Wall Street dalam empat kuartal terakhir, menurut Bespoke Investment Group.

Saham First Republic Bank anjlok lebih dari 27% setelah bank regional tersebut membukukan hasil kuartalan terbarunya. Bank mengatakan pada Senin malam bahwa simpanan turun 40% menjadi US$ 104,5 miliar pada kuartal pertama, tetapi sejak itu menjadi stabil.

First Republic juga akan memangkas biaya, termasuk memangkas jumlah karyawan sebesar 20% hingga 25% pada kuartal kedua. Bank regional telah diikuti secara ketat setelah investor semakin khawatir akan menghadapi nasib yang sama seperti Silicon Valley Bank dan Signature Bank.

Penutupan kinerja saham perusahaan tersebut memicu krisis industri perbankan bulan lalu. Saham First Republic Bank telah jatuh lebih dari 90% sepanjang tahun ini.

Baik produk ETF SPDR S&P Regional Banking (KRE) dan ETF SPDR S&P Bank (KBE) kehilangan lebih dari 1,5%, mengingat sektor keuangan membebani pasar.

Saham United Parcel Service, Inc. (UPS), perusahaan perkapalan produk konsumsi, turun 8% karena hasil kuartalan yang meleset dari ekspektasi Wall Street. Sementara itu, PepsiCo naik lebih dari 1% lebih besar dari perkiraan.

“Masih ada sedikit kegelisahan di jalan (pasar) bahwa mungkin ada bahaya tersembunyi dari bank-bank regional ini,” kata Dustin Thackeray, kepala investasi di Crewe Advisors. “Anda melihat adanya kehati-hatian, di sisi lain bercampur dengan kinerja pendapatan yang positif.”

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Market Focus:Konsolidasi IHSG Hingga Harga Batu Bara Melandai

(mza/mza)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts