BI Buktikan Asing Doyan Masuk ke RI, Rupiah Menguat


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan doyannya investor asing masuk ke domestik dan sikap wait and see menunggu data cadangan devisa (cadev).

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat di angka Rp15.490/US$ atau terapresiasi 0,13%. Penguatan ini merupakan pertama kalinya yang terjadi pada 2024 dan telah mematahkan pelemahan yang terjadi empat hari beruntun sejak 2 Januari 2024.

Sementara DXY pada pukul 8.46 WIB turun tipis 0,08% menjadi 102,33. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (5/1/2024) yang berada di angka 102,41.


Berdasarkan data transaksi BI pada 2-4 Januari 2024, investor asing di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp8,61 triliun terdiri dari beli neto Rp5,07 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), beli neto Rp1,47 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp2,08 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Derasnya dana asing ini terjadi sejak pekan ketiga November 2023 dengan total beli bersih lebih dari Rp40 triliun secara beruntun.

Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik termasuk rupiah. Semakin tingginya minat asing terhadap Indonesia, maka hal ini dapat memperkuat nilai tukar rupiah.

Kendati demikian, pelaku pasar pun masih menunggu hasil cadev yang akan dirilis hari ini. BI akan merilis data cadev yang diperkirakan akan mengalami kenaikan dari periode November 2023 yakni US$138,1 miliar menjadi US$139 miliar.

Jika Cadev Desember 2023 naik, ini akan melanjutkan kenaikan cadev selama dua bulan beruntun setelah sempat terperosok ke posisi US$133,1 miliar pada Oktober 2023 yang merupakan posisi terendah sejak November 2022 dan merupakan penurunan selama tujuh bulan beruntun.

Cadev yang terus berada cukup tinggi ini juga memberikan kestabilan yang baik bagi mata uang Garuda karena jika rupiah mengalami depresiasi, cadev dapat digunakan sebagai bantalan untuk menstabilkan fluktuasi yang terjadi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Rupiah Terkena Efek The Fed, Bikin Dolar Tembus Rp 15.500

(rev/rev)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts