BEI Buka Peluang Kocok Ulang Indeks LQ45 3 Bulan Sekali


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk melakukan rebalancing atau mengocok ulang indeks LQ45 selama tiga bulan sekali. Selama ini, evaluasi indeks saham paling likuid tersebut dilakukan dalam enam bulan sekali.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengakui prosedur dan manual penentuan LQ45 sudah dua tahun tak ditinjau kembali. Padahal, dalam periode tersebut bursa telah kedatangan banyak emiten baru.

“Dengan segala skala, kalau itu merubah landscape kita sehingga parameter-parameter itu harus dinaikkan, kami sangat terbuka untuk itu. Bahkan kami juga sangat terbuka kalau evaluasi mayor itu tidak dilakukan 6 bulan sekali, bisa kita lakukan lebih sering,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, pada Senin, (29/1/2024).

Rencana ini tengah dikaji oleh bursa dengan berkaca dari evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang saat ini telah terjadi selama tiga bulan sekali. Bila hasil kajian sudah selesai, diharap realisasinya bisa dilakukan paling cepat Maret.

“Ini langsung sedang kita kaji, nanti kalau memang disepakati bisa kita lakukan segera. Paling cepat Maret,” tutur Jeffrey.

Sebagaimana diketahui, BEI mengumumkan hasil rebalancing emiten-emiten yang berada di indeks LQ45 pada Kamis, (25/1/2024). Dalam daftar terbaru, ada empat saham baru yang masuk dalam indeks yang paling likuid di BEI.

Melansir pengumuman resmi BEI, keempat emiten yang baru masuk LQ45 antara lain PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP).

Keempat saham tersebut menggeser posisi PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Daftar Baru Saham LQ45, PGEO Masuk TPIA Keluar

(mkh/mkh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts