gep-indonesia.org

Batu Bara Jeblok ke US$200-an, Saham Emitennya Layak Beli?

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham batu bara dunia menukik dalam tiga pekan terakhir seirama dengan harga batu bara dunia yang menyentuh level US$200 per ton untuk pertama kalinya sejak tujuh bulan lalu. Lantas apakah ini akhir dari kedigdayaan saham emiten batu bara?

Harga saham batu bara seperti ITMG, INDY, dan ADRO masing-masing telah turun 29%,20%, dan 15% dari puncak harganya. Hal ini karena harga saham ketiganya memiliki korelasi positif terhadap harga komoditas batu bara dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga batu bara dunia pada Kamis (14/11/2022) tercatat US$289,4 per ton. Padahal sebulan yang lalu harganya masih berada di level US$400 per ton. Kejatuhan harga batu bara memang sudah diramal terjadi pada 2023 tertekan oleh resesi global yang akan membuat permintaan susut. Permintaan turun, harga pun mengikuti.

Oleh karena itu penurunan harga komoditas batu bara global akan berdampak terhadap harga saham ketiganya. Sebab penjualan yang mayoritas ekspor.


Foto: Refinitiv
Harga Batu Bara Dunia vs Saham Batu Bara

Batu Bara Dunia Jatuh

Harga batu bara dunia telah jatuh 37,6% dari puncaknya di US$463,75 per ton. Harga batu bara dunia melandai setelah diterpa berbagai sentimen negatif.

Pertama, kasus Covid-19 di China kembali meledak membuat Beijing harus menggunakan strategi Zero Covid untuk memperketat mobilitas di sejumlah wilayah.

Dilansir dari Reuters, impor batu bara China hanya mencapai 29,18 juta ton pada Oktober 2022. Jumlah tersebut anjlok 11,7% dibandingkan pada September 2022 yang tercatat 33,05 juta ton. Padahal, impor batu bara China biasanya meningkat pada Oktober mengingat bulan tersebut adalah adalah periode pengisian pasokan batu bara.

Kedua, terus harga gas yang melandai juga berdampak ke batu bara mengingat pasir hitam menjadi sumber energi alternatif bagi batu bara. Harga gas alam EU Dutch TTF (EUR) 4,23% sehari dan 12,4% sepekan menjadi 113,14 euro per megawatt-jam (MWH) pada perdagangan kemarin.

Harga gas yang turun disebabkan oleh meningkatnya pasokan gas di kawasan Eropa serta proyeksi cuaca yang lebih hangat di Eropa pada musim dingin mendatang.

Storage gas di Jerman sudah mencapai 99% dari kapasitas. Batu bara merupakan sumber energi alternatif bagi gas sehingga perkembangan gas akan ikut menggerakkan harga pasir hitam.

Storage batu bara di pelabuhan utama Eropa ARA (Amsterdam, Rotterdam, Antwerp) ada di level tertingginya dalam tiga minggu terakhir.


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Exit mobile version