Baru IPO, Saham CGAS Kembali Ambles dan Nyaris Sentuh ARB


Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten komersialisasi CNG milik putra mantan wakil ketua Badan Intelijen Negara (BIN) As’at Said Ali yakni PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) terpantau kembali ambles pada perdagangan sesi I Senin (15/1/2024).

Per pukul 11:49 WIB, saham CGAS ambruk 24,39% ke posisi harga Rp 372/saham. Bahkan, saham CGAS nyaris menyentuh auto reject bawah (ARB) pada sesi I hari ini.

Saham CGAS sudah ditransaksikan sebanyak 7.990 kali dengan volume sebesar 108,68 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 40,26 miliar. Adapun kapitalisasi pasar CGAS saat ini mencapai Rp 658,97 miliar.

Hingga pukul 11:49 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 370/saham atau batas bawahnya, menjadi antrean beli paling banyak di sesi I hari ini, yakni mencapai 1,05 juta lot atau sekitar Rp 38,9 miliar.

Sedangkan di order offer atau jual, di harga Rp 372/saham, menjadi antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 1,19 juta lot atau sekitar Rp 44,2 miliar.

Sejatinya, saham CGAS sudah ambles sejak perdagangan Jumat akhir pekan lalu. Artinya, sudah dua hari beruntun saham CGAS ambles.

CGAS ambles setelah tiga hari mencetak auto reject atas (ARA). Adapun saham CGAS mencetak ARA pada perdagangan perdananya yakni 8 Januari 2024, kemudian pada perdagangan Rabu dan Kamis pekan lalu.

Sebelumnya saat proses IPO berlangsung, CGAS elepas sebanyak 531,42 juta saham atau setara 30%. Total pesanan yang masuk mencapai 7,88 miliar saham.

Adapun CGASmemasang harga IPORp 338, sehingga meraup dana Rp 179,6 miliar.

CGAS juga akan mencatatkan sebanyak 265,71 juta waran seri I (CGAS-W). Setiap pemegang 2 saham baru akan memperoleh 1 waran, di mana setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 306.

Dalam prospektusnya,CGAS akan menggunakan 90% dana hasil IPO untuk pembangunan LNG (liquefied natural gas) Station di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2.Sebanyak 10% sisanyaakan dipakai untuk modal kerja perseroan.

Adapun pemegang saham CGASsebelum IPO terdiri dari PT Petro Asia Energy (46,18%), PT Dharma Mulia Jaya (30,63%), PT Cipta Nyata Gemilang (13%), dan PT Tirta Maritim Nusantara (10,20%).

TercatatZaqi Ismail dan Sanjayaadalah pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner)CGAS.

Zaqimerupakan putra dari Komisaris Utama CGASAs’at Said Ali. Sebelum menjadi komut di perusahaan milik anaknya, As’atsempat menjadi wakil ketua Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2000-2010.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


3 Investor Kakap Ini Borong GOTO Kemarin, Siapa Saja?

(chd/chd)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts