Bank Siap Sulap Tren Kenaikan Suku Bunga Jadi Cuan

Jakarta, CNBC Indonesia – Tren kenaikan suku bunga perbankan memang belum terlihat, meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) terakhir sebesar 50 basis points (bps) menjadi 4,75%.

Read More

Perbankan pun terlihat masih mengamati perkembangan debitur, terutama yang kemampuannya terbatas akibat kenaikan suku bunga. Artinya, jangan sampai kenaikan bunga justru menjadi sebuah bumerang bagi bank, karena berpotensi meningkatkan kredit bermasalah.

Hal ini menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi bank ke depan dalam menjaga pertumbuhan tetap terjaga.

Hal tersebut diakui oleh Direktur Ritel dan Syariah PT Bank DKI Babay Parid Wazdi. Menurutnya, kenaikan suku bunga merupakan sebuah tantangan namun juga sebuah kesempatan.

Namun jika berbicara kesempatan dan tantangan, Bank DKI ujarnya memiliki strategi tersendiri untuk tetap bisa tumbuh, misalnya melakukan transformasi sehingga dapat menghadapi situasi ke depan.

“Dari trasnformasi bisnis dalam menghadapi situasi seperti ini kita melakukan pemetaan yang sepesifik terhadap market kita, karena bisnis bank itu yang utama peta bisnisnya,” jelasnya dalam road to CNBC Indonesia Awards, Rabu (9/11/2022).

Hal serupa juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk Agus Syabarrudin.

Kenaikan suku bunga, dinilainya sebagai sebuah tantangan dan peluang yang bisa dioptimalkan.

“Tadi kita sama juga karena kami sepakat kita harus cacth up dengan kondisi sekarang. Artinya kita tidak boleh lepas dari layanan digital untuk bisa memenuhi kebutuhan nasabah. Kemudian upaya kita menjadikan potensi fee based income menjadi pendapatan tambahan. Jadi tantangan bunga agak berat, kita punya peluang mendapatkan income selain dari bunga,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Jurus Bank Banten Jadi Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Banten

(dpu/dpu)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts