Asing Hingga BUMN Minati Bank Prima Master, Ini Pemiliknya

Jakarta, CNBC Indonesia – Syarat pemenuhan modal inti bank Rp 3 triliun tersisa kurang dari dua bulan lagi. Salah satu bank yang kini tengah berusaha memenuhi ketentuan tersebut adalah Bank Prima Master.

Read More

Sebelumnya berhembus kabar jika bank yang berbasis di Jawa Timur ini akan diakuisisi oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Walaupun belakangan manajemen bank BUMN tersebut menepisnya.

Pada tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengungkapkan jika Bank Prima Master diminati oleh investor asing.

“Bank Prima Master sudah masuk pipeline untuk diakuisisi oleh bank besar dari luar. Nanti, kita tunggu saja,” kata Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto pada 1 Mei 2021.
Rumor yang berkembang, Sea Group yang bakal masuk dan mengakuisisi Bank Prima Master. Sea Group sendiri memang sedang mencari bank untuk diakuisisi di Indonesia setelah berhasil mencaplok Ba

nk Kesejahteraan Ekonomi (BKE) yang kini sudah berganti nama jadi Sea Bank.

Patut diketahui, awalnya bank ini berdiri dengan nama PT Inter Asia Pasific Bank tanggal 1 November 1989, disahkan Menteri Kehakiman RI per tanggal 31 Juli 1990 dan diumumkan dalam Berita Negara No.100 tanggal 14 Desember 1990.

Selanjutnya, Prima Bank beroperasi sebagai bank umum mulai 1 Maret 1991. Bank beroperasi selama kurang lebih 20 tahun dengan dukungan sekitar 300 karyawan dan 24 kantor bank, termasuk kantor kas.

Prima Bank sendiri dikendalikan oleh Henry Susilowidjojo melalui PT Hartamas Lestari dengan menggenggam 50% saham. Adapun, 50% lainnya dimiliki PT Multi Artacipta Serasi.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2022, Prima Bank membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 13,23 miliar. Kinerja ini berbeda dengan posisi yang sama di tahun lalu yang tercatat masih mengantongi laba sebesar Rp 27,34 miliar.

Rugi tersebut disebabkan oleh pendapatan bunga yang turun 4% secara tahunan, dari Rp 86,09 miliar menjadi Rp 82,24 miliar. Akan tetapi, beban bunga Prima Bank menyusut 20% yoy menjadi Rp 44,46 miliar, dari semula Rp 55,74 miliar.

Prima Bank mencatat modal inti (tier 1) sebesar Rp 282,82 miliar hingga akhir Maret 2022, tumbuh 30% yoy dari sebelumnya Rp 217,2 miliar.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Antisipasi Gejolak Ekonomi di 2023, Mandiri Pakai Jurus Ini

(ayh/ayh)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts