Alert! Krisis FTX Bikin Bitcoin dkk Ambruk Lagi…

Jakarta, CNBC Indonesia– Pasar kripto kembali tertekan pada perdagangan Minggu (13/11/2022), setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2022 yang melandai. Tampaknya katalis negatif dari krisis FTX masih mendominasi pergerakan pasar.

Read More

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:50 WIB, Bitcoin terkoreksi 0,37% ke posisi harga US$ 16.879,67/koin atau setara dengan Rp 261.455.088/koin (asumsi kurs Rp 15.490/US$). Sedangkan untuk Ethereum ambles 1,32% ke posisi US$ 1.265,02/koin atau Rp 19.595,16/koin.

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.









Cryptocurrency

Dalam Dolar AS

Dalam Rupiah

Perubahan Harian (%)

Perubahan 7 Hari (%)

Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)

Bitcoin (BTC)

16.879,67

261.466.088

-0,37%

-20,62%

324,02

Ethereum (ETH)

1.265,02

19.595.160

-1,32%

-21,90%

154,84

BNB

283,27

4.387.852

-1,48%

-18,78%

45,32

XRP

0,366

5.669

-3,20%

-25,11%

18,42

Cardano (ADA)

0,342

5.298

-2,07%

-19,08%

11,78

Dogecoin

0,0909

1408,041

8,81%

-26,56%

12,06

Polygon (MATIC)

0,9607

14.881

-6,97%

-16,85%

6,62

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin kembali terkoreksi ke kisaran harga US$ 16.000 dan menjadi level terendahnya sejak Juli 2022 dan Juli 2021 silam.

Pada Kamis (10/11), Departemen Tenaga Kerja AS merilis data inflasi AS yang melandai menjadi 7,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya di 8,2% yoy. Sedangkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) AS hanya naik 0,4% pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Sementara inflasi inti bertumbuh 0,3% (mtm) dan 6,3% (yoy). Ini merupakan kenaikan tahunan terendah sejak Januari. Ekonom mengharapkan kenaikan 0,6% mtm dan 7,9% yoy.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, probabilitas suku bunga naik 50 basis poin menjadi 4,25% – 4,5% pada Desember kini sebesar 90%, naik jauh dari hari sebelumnya 56%.

Para pelaku pasar memprediksikan bahwa Fed akan mengurangi keagresifan untuk menaikkan suku bunga acuannya di Desember 2022. Sejatinya, pasar kripto cenderung mengikuti pergerakan saham-saham teknologi yang pada pada perdagangan Jumat (11/11) melesat tercermin dari indeks Nasdaq ditutup terbang 1,88% ke posisi 11.323,33.

Namun, hal tersebut tampaknya bersifat sementara saja karena pada hari ini pasar kripto masih terpantau tertekan.

Katalis negatif dari krisis yang terjadi di bursa kripto FTX masih membebani laju kripto.

FTX dan pemiliknya yakni Sam Bankman-Fried sedang jadi bahan perbincangan. Ini terkait efek domino dari berbagai masalah yang dialami FTX dalam beberapa waktu terakhir.

FTX sempat bernilai US$ 32 miliar beberapa waktu lalu. Bankman-Fried juga melebarkan kerajaan kriptonya dengan mendirikan perusahaan investasi Alameda Research dengan tujuan sebagai penyedia likuiditas di FTX.

Tahun 2019, saat meluncurkan FTX, dia menuliskan dalamtweet-nya “Indentif Alameda hanya untuk FTX untuk melakukan sebaik mungkin”.

FTX juga sempat selamat dari krisis likuiditas yang melanda kripto awal 2022 saat anjloknyas tablecoin TerraUSD (UST). Saat Bankman-Fried mememberikan penawaran likuiditas pada perusahaan kripto yang kesulitan misalnya pada Voyager Digital dan Celcius Networks.

Masalah dimulai karena token asli FTX, yakni FTX Token (FTT).Forbesmenuliskan FTX dibangun seperti TerraUSD, dan juga didukung oleh bursanya sendiri dan dirancang untuk mendukung berbagai proyeknya.

Namun token digunakan untuk mendukung FTX membuat kerajaan Bankman-Fried menjadi rentan pada volatilitas di FTT. Coindesk sempat melaporkan jika neraca Alameda Research diisi dengan FTT, terbagi atas aset tunggal terbesar US$ 14,6 miliar yang merupakan FTT tidak terkunci dan aset terbesar ketiga jaminan FTT mencapai US$ 2,16 miliar.

Menurut Forbes, fakta ini membuat Alameda dan FTX bukan bisnis terpisah dan membuat perusahaan investasi jadi rentan pada volatilitas FTT. Sebagai catatan kelemahan terbesar token asli adalah jenis koin kripto ini hampir tidak diatur dan bisa dengan cepat menjadi mangsa kerugian pasar.

Ini diperparah dengan bursa kripto, Binance yang memiliki porsi cukup besar di FTT melepas kepemilikannya setelah laporan CoinDesk dipublikasi.

Aksi Binance itu memicu ambruknya nilai FTT. Padahal pada September 2021, sempat memuncak di level US$ 78, namun beberapa hari lalu ambles hingga berkisar US$ 24, sebelum tweet Changpeng Zhao pada 6 November soal keputusan keluar dari FTT dan akhirnya ambles US$ 3.

Setelah itu terdapat penarikan besar-besaran di FTX mencapai US$ 6 miliar. FTX yang sebelumnya jadi penyelamat kali ini meminta bantuan untuk diselamatkan kepada Zhao untuk mengakusisi FTX di luar AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Lagi Lagi Bitcoin Cs Turun, Sepekan Ambles Lebih Dari 30%!

(aaf/aaf)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts