4 Sosok Penting Ekonomi RI Bertemu Hari Ini, Rupiah Dapat Obat Kuat?


Jakarta, CNBC indonesia – Rupiah terpantau mulai menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang pengumuman suku bunga the Fed pekan ini. Sementara hari ini, ada KSSK yang potensi bisa jadi obat kuat rupiah.

Read More

Melansir dari Refinitiv, hingga akhir perdagangan kemarin, Senin (29/1/2024) mata uang Garuda ditutup di Rp15.805/US$, menguat 0,06%. Ini melanjutkan penguatan yang terjadi pada satu hari sebelumnya.

Sementara indeks dolar AS (DXY) pada kemarin pukul 14.52 WIB naik tipis 0,01% menjadi 103,44. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 103,43.


Penguatan rupiah terjadi di tengah sikap pelaku pasar menunggu pengumuman suku bunga The Fed yang akan dirilis pada Kamis dini hari pekan ini.

Pasar berekspektasi jika The Fed akan mempertahankan suku bunga di level 5,25% hingga 5,5% pada pertemuan mendatang. Namun, yang ditunggu pasar adalah sinyal pemangkasan ke depan.

Sementara ke depan, pasar masih berekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya sekitar tiga kali dengan total 75 basis poin (bps).

Hal ini menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik termasuk mata uang Garuda karena tekanan yang kian mereda jika hal tersebut benar terjadi.

Menteri Keuangan di era Presiden SBY Chatib Basri memperkirakan hal yang sama yakni The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak 2-3 kali di paruh kedua tahun ini.

Namun, tantangannya defisit AS masih besar, jadi akan ada kebutuhan penerbitan bond yang cukup besar. Kendati demikian, penurunan suku bunga ini seharusnya menjadi sentimen penguat bagi rupiah.

“Kalau fed itu menurunkan suku bunga, mestinya rupiah bisa menguat, tapi faktor dari exchange rate kan gak hanya itu ada banyak hal,” ungkapnya.

Selain itu, sentimen dari dalam negeri yang akan pengaruhi rupiah pada hari ini, Selasa (30/1/2024) ada Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang menggelar Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2024 pada pukul 09:00 WIB.

Konferensi pers akan dihadiri pemangku kepentingan di sektor keuangan mulai dari Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan, Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia, Mahendra Siregar selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Diketahui, Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) kuartal III tahun 2023 tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Konpers Hasil Rapat Berkala KSSK IV 2023, pada Jumat (03/11) di Jakarta.

Menarik ditunggu bagaimana tanggapan KSSK mengenai perkembangan pasar keuangan Indonesia yang cenderung melemah dalam sepekan terakhir. Perlu ditunggu pula apakah KSSK kan mengeluarkan kebijakan baru di sektor keuangan serta apakah Sri Mulyani akan menanggapi ramainya pemberitaan mengenai isu dirinya akan mundur dari kabinet.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, tren pergerakan rupiah masih dalam pelemahan walau dalam dua hari terakhir sudah ada penguatan tipis. Terdekat, rupiah potensi bisa menguji support Rp15.765/US$ sebagai target penguatan terdekat.

Support tersebut didapatkan dari garis horizontal berdasarkan low candle yang pernah diuji secara intraday pada 25 Januari 2024, sekaligus berdekatan dengan garis rata-rata selama 50 jam (Moving Average/MA 50).

Sementara itu, jika ada pembalikan arah melemah lagi, pelaku pasar tetap perlu mencermati resistance terdekat di Rp15.950/US$. Angka ini didapatkan dari garis horizontal yang didasarkan dari high candle yang pernah diuji intraday pada 27 Oktober 2023.




Foto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Cadangan Devisa Jadi Harapan, Apakah Rupiah Bisa Menguat?

(tsn/tsn)


Sumber: www.cnbcindonesia.com

Related posts